Penelitian TRIUMPH Bisa Perkaya Data Laut Indonesia

0
66
Tim Penelitian TRIUMPH (dok LIPI)

Jakarta (Samudranesia) – Sebagai negara maritim Indonesia sampai saat ini dinilai belum bisa mengoptimalkan luas lautnya. Termasuk dalam hal kerangka riset dan penelitian. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti, Senin (18/11) di Jakarta seperti dilansir dari laman Lipi.go.id.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan penelitian di laut Indonesia perlu terus didorong untuk terus menambah ilmu pengetahuan dan mengungkap data-data yang bisa digunakan baik untuk kepentingan nasional dan internasional.

LIPI bekerjasama dengan The First Institute of Oceanography Tiongkok dan Departement of Atmospheric and Oceanic Science University Of Maryland Amerika Serikat melakukan riset laut dalam bersama dalam tajuk penelitian Transport Indonesian Seas, Upwelling, Mixing Physics (TRIUMPH) yang berlangsung sejak Senin (18/11) sampai Rabu (25/12) di perairan selatan Jawa, Selat Bali sampai ke Selat Makasar. Penelitian ini menggunakan Kapal Riset (KR) Baruna Jaya III milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Penelitian TRIUMPH sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2017. Pelayaran pertama pada 2018 menggunakan kapal milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan tahun ini dengan kapal riset Baruna Jaya VIII. Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI, Nugroho Dwi Hananto, kerja sama ini diwadahi Konsorsiun riset samudera yang berdiri sejak 27 September 2017, di dalamnya tergabung seluruh instansi dan perguruan tinggi yang melakukan riset samudera di Indonesia. Tiga hal yang dilakukan konsorsium ini adalah pada program, infrastruktur, dan pendanaan.

Menurut Nugroho, keanekaragaman hayati dan non hayati yang besar menjadikan Indonesia sebagai daerah penelitian bagi hampir seluruh peneliti oseanografi di dunia. “Untuk itu kita perlu berkoordinasi dalam bidang program agar masing-masing institusi di Indonesia ini dapat saling bekerja sama untuk lebih memantapkan pengetahuan mengenai kekayaan alam Indonesia,” ujarnya. Melalui konsorsium ini diharapkan infrastruktur di Indonesia menjadi lebih baik.

Penelitian TRIUMPH memiliki tujuan untuk mengetahui pola lintas arus di Indonesia terhadap cuaca, pola iklim, dan biodiversitas yang ada di mana peluang menemukan beragam spesies baru masih sangat terbuka lebar, karena belum ada orang yang ke lokasi-lokasi tujuan riset tahun ini.

Penelitian TRIUMPH juga akan menggali interaksi samudera dan atmosfer yang penting untuk memperluas horizon pengetahuan Indonesia tentang pergaruh dinamika samudera dan atmosfer yang sangat mempengaruhi pola cuaca dan iklim Indonesia.

“Dampak El Nino dan La Nina belum banyak diketahui. Data dan informasi hasil riset ini akan sangat berguna untuk menyusun strategi dan mitigasi perubahan dampak perubahan iklim tersebut,” ujar Nugroho.

Menurut Chief Scientist University of Maryland, Dwi Susanto, pelayaran TRIUMPH dapat melengkapi data kelautan Indonesia yang masih belum lengkap. “Ekspedisi ini sangat mendukung The Decade of Ocean Science for Sustainable Development dari PBB. Semakin banyak data yang dimiliki akan semakin banyak potensi kelautan yang kita ketahui. Data tersebut selanjutnya dapat ditransformasi ke perekonomian kita,” katanya.

Penelitian TRIUMPH direncanakan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi rute perairan Teluk Jakarta, Selat Sunda, perairan Selatan Jawa, sampai berlabuh di pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam kegiatan yang berlangsung sampai tanggal 2 Desember ini ini dilakukan akusisi dan pengolahan data oseanografi, biota laut dan cuaca serta perawatan Mooring.

Penelitian akan dilanjutkan dari Banyuwangi menuju Selat Makassar dengan rute Selat Bali – Selat Badung- Selat Lombok – Selat Alas – Selat Makassar lalu kembali menuju pelabuhan Muara Baru, Jakarta. Di etape ini, para peneliti akan melakukan akusisi data oseanografi dan sampah laut selama tanggal 5 – 24 Desember.