Pantai Wolo, Keren Panoramanya, Unik Tradisinya

0
38
Panorama Pantai Wolo Dok. travelnatic.com

Miangas (Samudranesia) – Hempasan ombaknya begitu lembut ketika kaki ini menjejak kali pertama di bibir pantai. Sangat bersahabat. Berbarengan pula dinginnya air laut seolah mengusik kesadaran dan membuat tersentak seketika. Ombak di kawasan pantai ini memang terlalu ramah. Cuma airnya saja yang sedikit gemar “bercanda” lewat sentuhan dinginnya yang menyentak. Bisa jadi, itulah cara Pantai Wolo menyapa. Menyapa pengunjung yang kali pertama menyambanginya.

Pantai Wolo memang eksotik. Selain ombaknya bersahabat, airnya lumayan dingin dan bening sekali. Sampai-sampai dasar lautnya pun jelas terlihat. Lalu pantainya, pasir yang menyelimutinya nampak sekali putih bersih. Tak aneh, jika keberadaannya kian menambah eksotiknya Pantai Wolo. Apalagi hamparan karangnya yang cukup keras tumbuh asri menutupi dasar laut. Jelas, ini punya nilai plus tersendiri di mata siapapun. Tambahan lagi, tak sedikit ikan-ikan pelagis dengan bentuk serta warna-warni yang sangat menarik berseliweran dan menyelinap di sela-sela karang. Keindahan yang benar-benar menghinotis. 

Daya tarik Pantai Wolo bukan cuma itu. Ketika air pasang pun, sepanjang mata memandang nampak jelas gulungan ombak membiru yang diselingi putihnya pecahan ombak yang saling berkejaran. Gelombang yang begitu lembut dengan suara yang mendayu. Dengan pantainya yang landai, maka lingkup pasang-surutnya pun mencapai hingga ke tengah laut. Sebab itu, Pantai Wolo menjadi sangat pas buat berenang, apalagi snorkeling. Atau, sekadar bersantai sambil bermanja-manja di atas pasir putihnya pun bisa menjadi momen yang sangat menyenangkan. Tak heran, kalau Pantai Wolo yang eksotik ini menjadi kebanggaan masyarakat Miangas.

Satu hal yang mesti diingat, Pantai Wolo bukan cuma menyajikan panorama memikat, tapi  menyimpan pula kekayaan laut yang berlimpah, utamanya ikan. Sebut saja ikan cakalang, ikan layar, atau untuk jenis lainnya ada lobster dan teripang. Masuk akal, jika setiap tahunnya di pantai ini diselenggarakan Festival Manami. Festival yang mengangkat tradisi lokal menangkap ikan secara massal. Pesertanya tak hanya masyarakat setempat, tapi juga diikuti peserta dari luar Miangas. Bahkan, tak jarang wisatawan asing turut pula meramaikan kegiatan tersebut.

Tradisi Manami merupakan cermin dari kearifan lokal khas Miangas yang sudah berlangsung turun-menurun. Tradisi yang sangat unik dan pastinya tak pernah ada di daerah lain di negeri ini. Yang membuat manami unik adalah janurnya. Ya, menangkap ikan dengan menggunakan janur. Secara logika, rasanya sulit diterima akal. Janur itu dirangkai satu dengan lainnya hingga akhirnya berukuran sangat panjang. Nah, janur itulah yang kemudian dipakai untuk menggiring ikan-ikan dari tengah laut menuju pantai. Sangat aneh memang, tapi itulah kenyataannya. Bahwa, dengan alat yang begitu bersahaja ikan-ikan itu bisa ditangkap.

Nah, tertarik melihat langsung keunikan itu? Atau, ingin coba-coba adu nasib menangkap ikan dalam Festival Manami? Momen yang begitu langka, sambil menikmati pemandangan Pantai Wolo, ikut merasakan sensasi menangkap ikan ala Miangas? Kunjungi saja Pantai Wolo! Lokasinya tak jauh dari kawasan pemukiman, hanya sekitar 20 menit saja berjalan kaki. Di sana, selain menyuguhkan panorama berkelas juga tradisi menarik Festival Manami yang kerap dihelat setiap bulan Mei. (Guss)