Nelayan Natuna Diusir Coast Guard China, Edhy: Kita Lakukan Pengawasan Terus

0
223
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto: Humas KKP

Jakarta (Samudranesia) – Baru-baru ini terdengar kabar adanya kapal nelayan Indonesia yang diusir oleh Coast Guard China di perairan Natuna. Sebelumnya, para kapal IUU (Illegal, unreported, and unregulated) Fishing dari negara tetangga juga diberitakan marak berkeliaran di perairan Natuna.

Hal itu menjadi viral di media sosial dan seakan publik merindukan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti yang tegas menindak pelaku IUU Fishing.

Baca Juga: Ada Atau Tidak Ada Satgas 115, Pemberantasan IUU Fishing harus Tetap Berjalan

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini Edhy Prabowo mengaku terus melakukan pengawasan di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) khususnya di perairan Natuna yang berbatasan dengan Laut China Selatan.

“Kita sedang melakukan pengawasan terus dengan ketat, tidak hanya sekadar online, kita melakukan dengan fisik,” ujar Edhy di sela-sela peluncuran SILAT di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Senin (30/12).

Baca Juga: Lewat Pemberantasan IUU Fishing, KKP Fokus Akselerasi Poros Maritim Jilid II

Pihaknya terus melakukan pengawasan bersama institusi lain seperti TNI AL dan Bakamla. Dia pun tidak ingin dituding kecolongan dan menjadi bulan-bulanan netizen.

“Kita lakukan secara sinergi dengan AL dan Bakamla. Satgas (115) belum selesai, Satgas dibentuk presiden, Satgas tetap ada,” tegasnya.

Di era Susi, melalui Perpres No.115/2015 dibentuk Satgas 115 yang persenol dan instrumennya terdiri dari TNI AL dan Bakamla serta PSDKP. Satgas yang dikenal ad hoc tersebut hingga kini belum dicabut oleh presiden.

Baca Juga: Penggunaan Nama Laut Natuna Utara Sah Secara Hukum Nasional dan Internasional

Karena terkait perbatasan di ZEEI dan Landas Kontinen, Edhy menyebut polemik di Laut China Selatan masih terus berlanjut. Maka dari itu dia mengatakan perlunya koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dalam melakukan diplomasi.

“Karena ada pihak yang akan mengklaim, kita harus bicara diplomasi ini,” pungkas Edhy.

Baca Juga: Terkait Laut China Selatan, Indonesia Tak Gentar

China sejak beberapa tahun terakhir melalui Nine Dashed Line-nya memang telah mengklaim perairan Laut China Selatan yang berbatasan dengan ZEEI dan Landas Kontinen Indonesia sebagai Traditional Fishing Ground.

Tak tanggung-tanggung, kapal Coast Guard China terus berpatroli di area tersebut untuk melindungi para nelayannya yang mencari ikan di kawasan tersebut. (Tyo)