Miliki Ombak Besar, Banyuwangi Didorong jadi Tuan Rumah Liga Selancar Dunia

0
60
Spot Selancar di Pantai Plengkung, Banyuwangi.

Banyuwangi (Samudranesia) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendukung pembukaan kembali pariwisata Banyuwangi di era new normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada. Seperti diketahui, Banyuwangi kini tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah untuk ajang World Surf League (WSL) yang rencananya diselenggarakan pada Juli tahun depan.

“Kenapa Banyuwangi ini bagus, karena menurut saya, Pak Anas selaku Bupati Banyuwangi ini mampu melakukan kolaborasi dan tidak bekerja sendiri-sendiri, sehingga lebih efisien. Ekonomi dan Covid-19 itu saling berkaitan. Kalau penanganan covid-19 bagus, maka ekonomi itu baik juga,” kata Menko Luhut dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Penyelesaian Isu Pengembangan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Rabu (29/7/2020).

.“Kita lihat bahwa di sini (Banyuwangi) covid-19 itu yang positif Ada 55 orang dari jumlah penduduk 1,7 juta dan 44 orang sudah sembuh jadi angka recovery-nya atau tingkat penyembuhannya yang sangat baik, lebih hampir 80 persen ke tingkat penyembuhan atau lebih mortality rate itu juga sangat rendah yaitu 2 orang. Informasi ini penting untuk investor dan wisatawan yang akan datang nantinya,” tambahnya

Pantai Plengkung atau yang lebih dikenal dengan nama G-land adalah pantai yang terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi yang akan dijadikan sebagai lokasi WSL Tahun 2021. Ombak Pantai Plengkung memiliki ketinggian mencapai 6-8 meter dan panjang dua kilometer, sehingga menjadi tujuan wajib para peselancar. Bahkan, ombak Pantai Plengkung ini menempati posisi kedua setelah Hawaii untuk kategori tujuh ombak terbaik di dunia

“Nantinya kita juga mau dukung G-land karena untuk WSL di Juli tahun depan. Kita masih ada waktu sekitar satu tahun untuk mempersiapkan itu dan kita berharap pada waktu itu Covid-19 sudah lebih berkurang sehingga lebih banyak orang yang datang ke Indonesia,” pungkas Menko Luhut.

Menko Luhut mengungkapkan covid-19 juga membawa dampak positif bagi Indonesia, yaitu membuat kita banyak melakukan reformasi dalam berbagai bidang kehidupan kita, salah satunya bidang kesehatan. Kini Indonesia sedang sudah bisa mengekspor APD, alat rapid test buatan dalam negeri yang diinisasi oleh BPPT, dan vaksin covid-19 sudah memasuki uji klinis tahap tiga.

“Oleh karena itu, saya titip tidak bosan-bosannya supaya kita ikuti protokol kesehatan, selalu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker itu harus dilakukan. Saya mohon sampai vaksin ini ada, kita semua untuk hati-hati yang penting olahraga, makan makanan sehat, tidur cukup, dan berpikir positif.” jelas Menko Luhut.

Selain melaksanakan protokol kesehatan untuk diri sendiri, Menko Luhut juga mengingatkan untuk saling mengingatkan untuk tidak berkerumun di tempat umum dan menghargai usaha pencegahan penyebaran pandemi ini.

“Di Jakarta itu, demonstrasi mereka tahu nggak itu dampaknya mereka bisa bikin cluster baru. Cobalah untuk menahan diri dahulu karena kita juga sama-sama menahan diri untuk tidak keluar rumah,” pungkasnya. (Rei)