Mengapa Paus Bisa Terdampar?

0
225
Foto-foto: Ditjen PRL, KKP

Jakarta (Samudranesia)- Mamalia-mamalia laut yang terdampar bisa mengindikasikan kondisi di laut.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Hewan WWF Indonesia Dwi Suprapti. Menurutnya, setiap kejadian mamalia laut terdampar membawa pesan yang cukup banyak. Peristiwa tersebut menurutnya, mengindikasikan apa yang terjadi di lautan, seperti indikasi pencemaran laut, aktivitas yang tinggi di laut, atau indikasi terhadap kondisi alam, cuaca buruk, dan gempa.

“Peran dokter hewan adalah melakukan nekropsi (pembedahan) pada mamalia laut yang terdampar, namun tetap tidak bisa sendiri, butuh peran dari berbagai pihak dengan porsinya masing-masing untuk mengungkap kejadian ini,” tutur Dwi saat menjadi narasumber webinar Webinar Kejadian Mamalia Laut Terdampar Perspektif Dokter Hewan dan Peneliti Oseanografi yang diselenggarakan oleh Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong, Kamis (3/9).

Menurut Dwi, ada 11 penyebab kejadian mamalia laut terdampar, yaitu akibat terjebak di air surut, penyakit, predasi, kebisingan, aktivitas perikanan, tertabrak kapal, pencemaran laut, gempa dasar laut, cuaca ekstrim, blooming alga, dan badai matahari.

Baca Juga: Huhate, Cara Unik Memancing Cakalang

“Dari 304 kasus kejadian selama periode 2015-2019, lebih dari 80 % tidak terjawab penyebabnya karena keterbatasan SDM, biaya, dan informasi yang diperoleh. Dari 20 % yang terjawab, yang tertinggi karena bycatch, cuaca, tertabrak kapal, dan predator,” ungkapnya.

Sementara dari perspektif oseanografi, Dosen Ilmu Teknologi Kelautan IPB Agus Atmadipoera menyebut jika Wilayah Indonesia Timur dengan topografi yang kompleks berperan dalam kejadian mamalia laut terdampar. Propagasi gelombang pasang surut internal, katanya, berpotensi menghempaskan mamalia laut dari kedalaman termoklin ke dekat permukaan. Hal ini dapat menyebabkan dekompresi mamalia laut akibat perubahan yang mendadak.

“Ada kecenderungan peningkatan yang terdampar pada periode transisi dan musim timur. Hal tersebut didapatkan dari analisis data kejadian dengan pola meteo dan oseano” kata Agus.