Lezatnya Sate Gepuk Pulau Panggang

0
70
Ist

Jakarta (Samudranesia) – Sensasi yang berbeda pasti akan sangat terasa ketika wisata di Kepulauan Seribu menjadi pilihan. Tak seperti wisata daratan, gugusan pulau ini jelas lebih dominan menyuguhkan wisata air. Masuk akal, karena kawasan ini dipenuhi begitu banyak pulau. Masing-masing tentu menyimpan daya tarik tersendiri. Panoramanya tak hanya cantik, tapi juga khas. Tak aneh, jika pulau-pulau tersebut mampu menghipnotis para wisatawan dalam dan luar negeri untuk berkunjung.

Menyeberang dari pulau ke pulau tentu tak bisa ditawar-tawar lagi. Tapi, tahukah Anda mengarungi laut di antara gugusan pulau yang bertebaran di kawasan ini sangat menyenangkan. Penjelajahan antar pulau pastinya memberi warna yang berbeda. Selain bisa menikmati panorama eksotis, perjalanan laut itu tentunya memberi pengalaman tersendiri. Kepuasan wisata didapat, hobi bertualang pun bisa tersalurkan.

Sebagai sebuah destinasi wisata, Kepulauan Seribu bukan cuma memiliki objek-objek menawan untuk disambangi, tapi juga lengkap dengan fasilitas pendukung aktivitas wisata. Mulai dari penginapan hingga moda transportasi laut. Tak kalah pentingnya adalah kuliner. Kepulauan Seribu sarat akan beragam kuliner. Terlebih jenis-jenis kuliner khas kepulauan itu tak kalah banyaknya.

Bukan cuma banyak, jenis makanan khas Kepulauan Seribu juga terbilang unik, baik dari sisi racikan serta tampilan, maupun namanya. Bayangkan, ada menu yang namanya “Selingkuh”, “Peler Bedebu”, “Sate Gepuk “, “Cumi Tumis Bumbu Hitam”, dan banyak lagi. Dan, untuk mencicipi semua kuliner tersebut Anda tak perlu repot-repot mencarinya di restoran-retoran. Tapi, bisa koq didapatkan di rumah-rumah warga, atau di warung-warung makan milik warga.

Tentu tidak terlalu sulit mencari rumah warga produsen semua kuliner itu. Asal tahu saja hampir sebagian besar warga di Kepulauan Seribu punya skill membuatnya. Anda ingin mencicipi Sate Gepuk, salah satu menu tersebut? Kunjungi saja warung makan Bu Ece, di Pulau Panggang. Di sini Anda akan bisa memanjakan lidah sepuasnya, menikmati sate gepuk hasil racikan tangan ahlinya.

Mau tahu seperti apa persisnya sate gepuk itu? Jenis menu ini bukan cuma namanya saja yang unik, tapi juga bentuknya. Kalau sate pada umumnya menggunakan tusuk sate dari bambu, sate gepuk malah dibungkus daun pisang. Mirip-mirip pepes kalau di Pulau Jawa.  Nah, bahan utamanya terbuat dari ikan tongkol yang dagingnya dihaluskan.

Prosesnya, daging ikan tongkol dikeluarkan dari kulitnya. Lalu ditumbuk bersama bumbu dan parutan kelapa gongseng. Tujuannya, agar bisa tercampur secara sempurna. Bumbunya, terdiri dari: bawang putih, bawang merah, asam, cabe rawit, cabe merah dan gula merah.  Semua campuran bahan itu dimasukkan kembali ke dalam kulit tongkol dan akhirnya dibungkus dengan daun pisang. Terakhir, dipanggang di atas bara api. Karena bentuknya yang bulat lonjong, penduduk setempat kemudian menyebutnya sate odol. Soal rasa, sate gepuk jempolan. Selain enak, juga mengandung gizi tinggi tapi dengan harga yang terjangkau, hanya berkisar Rp 3.500,-

Mau mencicipi menu yang lain? Coba saja cumi tumis bumbu hitam. Menu asli Kepulauan Seribu ini juga sangat tersohor. Karena itu, banyak diburu orang. Cumi tumis bumbu hitam adalah jenis hidangan berkuah berwarna hitam legam. Tak heran, melihat tampilannya itu tak banyak dilirik orang. Padahal, di balik itu rasanya luar biasa, sering membuat ketagihan.

Kelebihan lainnya bukan cuma pada rasa. Tapi, ukuran cuminya itu besar-besar. Tidak seperti kebanyakan hidangan yang terbuat dari bahan cumi, yang umumnya berukuran kecil-kecil. Sebab itu, menyantap cumi tumis bumbu hitam pastinya sangat memuaskan. Apalagi, selain besar ukurannya, dagingnya pun sangat lembut digigit karena sangat empuk.

Tak kalah sensasionalnya adalah kuah menu ini. Meski hitam warnanya – yang boleh dibilang jauh dari kata enak dipandang – kuah ini selain sedap dan gurih, punya kandungan zat penting untuk kesehatan. Yakni, zat yang mampu memperlambat pertumbuhan kanker. Hebat kan? Tertarik untuk membuktikan sensasi rasa cumi tumis bumbu hitam yang asli? Temukan saja di Pulau Panggang! (Guss)