Larung Tumpeng di Kali Lamong

0
35
Larung Tumpeng
Prosesi adat Larung Tumnpeng yang dilakukan oleh warga nelayan Desa Sukorejo, Gresik (SF/Samudranesia)

Gresik (Samudranesia) – Sebagai bentuk keprihatinan atas semakin rusaknya kawasan perairan Kali Lamong akibat industrialisasi, ratusan masyarakat Desa Sukorejo, Kebomas, Gresik, menggelar acara Larung Tumpeng, Minggu (29/9).

Puluhan tumpeng yang diletakkan dalam miniatur perahu itu dikeluarkan oleh masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Sebelum dilarung ke perairan Kali Lamong, tumpeng-tumpeng tersebut didoakan terlebih dulu oleh para sesepuh desa.

Setelah itu sekitar 30 perahu disiapkan untuk mengangkut perwakilan warga yang ikut melakukan prosesi melarung tumpeng ke tangah perairan Kali Lamong. Tak hanya bapak-bapak, para ibu-ibu dan juga anak-anak turut dalam prosesi larung tumpeng di tempat para nelayan mencari nafkah sehari-hari.

“Tujuan utamanya adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Semoga dengan ritual ini ke depan kami selalu diberi keselamatan dan diberi banyak rejeki yang barokah,” kata Ahmad Khudhori salah satu warga nelayan Sukorejo.

Sementara itu, Kepala Desa Sukorejo Fatkhur Rohman, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan warganya setiap memasuki bulan Muharram. Karena itu pihaknya merasa perlu untuk turut andil dalam upaya melestarikannya.

Disinggung mengenai kondisi perairan Kali Lamong dari tahun ke tahun Fatkhur tak menampik bahwa hal itu membawa dampak negatif bagi warganya. “Kali Lamong khususnya di bagian teluk mengalami mengalami kerusakan parah akibat industrialisasi,” ucap Fatkhur.

Dia juga menambahkan bahwa sejak ada pabrik-pabrik dikawasannya, hasil tangkapan ikan para nelayan mengalami penurunan karena ikan makin susah didapat karena telah.terrkontaminasi limbah. Karena itu Fatkhur begtu berharap agar masalah inii bisa menjadi perhatian pemerintah.

Sedang untuk pengawalan bagi acara tradisi larung tumpeng ini sejumlah Polair dari Polres Gresik turut diterjunkan sebagai antisipasi hal yang tidak diinginkan. Ada sekitar empat speed boat milik Polair yang mengawal hingga kegiatan itu selesai. (SF)