Laksdya Bakamla Aan: Untuk Merah Putih Kenapa harus Sendiri-Sendiri?

0
75
Laksdya Bakamla Aan Kurnia memasuki halaman Kantor Bakamla.

Jakarta (Samudranesia) – Jabatan Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Ka Bakamla RI) secara resmi diserahterimakan dari Laksdya Bakamla A. Taufiq R. kepada Laksdya Bakamla Aan Kurnia, S.Sos., M.M., dalam suatu upacara yang digelar di Lapangan Apel Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi-56, Menteng, Jakpus, Jumat (14/2/2020).

Upacara ditandai dengan penyerahan dan penerimaan bendera lambang kesatuan Bakamla RI dari pejabat lama kepada pejabat baru, melibatkan seluruh personel Bakamla RI.

Dua hari sebelumnya, Laksdya Aan telah dilantik oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, sebagai pemegang jabatan tertinggi di jajaran institusi yang mengemban fungsi coast guard ini, di Istana Negara, Jakarta.

Baca Juga:

Di sela-sela Upacara Sertijab itu, Aan menyatakan bahwa saat ini Bakamla perlu menjalin sinergi dengan institusi lain di laut. Hal itu mengingat banyaknya kekurangan Bakamla yang dialami saat ini.

“Sekarang Bakamla masih kurang, tadi Pak Taufiq sudah bilang mungkin kondisinya tiga puluh persen bahkan kurang. Tapi justru bagaimana saya mengkoordinir dengan stakeholder yang lain,” ungkap Aan kepada awak media.

“Karena yang jelas saya tidak bisa atasi permasaahn di laut sendirian. Kita punya TNI, punya TNI AL, punya KKP, punya Imigrasi, Bea Cukai, ini harusnya sinergi orang tujuannya sama kok, untuk Merah Putih kenapa kok kita harus sendiri-sendiri. Itu yang harus disadarai oleh kita semua,” ujar Aan.

Sementara itu, Laksdya Taufiq telah memasuki masa pensiun sejak 1 November 2019.

Laksdya Aan merupakan seorang Perwira Tinggi (Pati) alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-32 tahun 1987.

Berbagai penugasan telah diembannya, mulai dari Komandan kapal perang hingga menjabat sebagai Panglima Kolinlamil, Panglima Koarmada Barat (sekarang Koarmada 1), hingga mengemban tugas sebagai Danjen Akademi TNI. (Tyo)