Kuliner Khas Takengon Punya Gaya

0
110
Gutel, salah satu kuliner khas Takengon Dok. seringjalan.com

Takengon (Samudranesia) – Seperti banyak daerah di negeri tercinta ini, Takengon pun sejatinya tak hanya memiliki banyak objek wisata yang keren. Tapi, di luar itu ibukota Aceh Tengah sarat pula akan koleksi kuliner tradisional. Dan, semuanya tentu saja punya sensasi rasa yang amat menggoda.

Adalah rugi besar jika mengunjungi banyak destinasi wisata di kota yang berarti tikungan atau kelokan itu tapi tidak mencicipi kuliner khas di sini. Mungkin kalau banyak orang bilang, kurang afdol rekreasi ke tempat ini tanpa mencicipi makanan khasnya. Lantas, apa aja sih makanan atau minuman khas Takengon? Berikut beberapa di antaranya:

Gutel

Makanan khas Takengon yang berasal dari Suku Gayo ini cukup populer. Terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan garam. Tepung beras dibikin halus menjadi tepung. Kemudian, tepung diayak dengan cara tenting (dipisah tepung yang halus dengan yang kasar menggunakan tampah).

Tepung tersebut lantas dicampur dengan kelapa parut dan garam, setelah itu  dikepal-kepal. Sebanyak dua buah gutel yang sudah dikepal disatukan. Caranya, dengan diikat daun pandan. Atau, bisa juga diikat dengan daun pisang.

Tenaruh Dedah

Makanan khas Takengon yang lain adalah tenaruh dedah. Dari tampilan makanan khas ini mirip-mirip dengan telur orak arik. Cuma, teksturnya seperti yoghurt atau lelehan keju yang rasanya agak asam. Dan, sensasi rasa inilah yang membuat makanan ini jadi cukup beken. Lalu,  bahan pembuatannya pun tak banyak beda. Selain dibutuhkan telur, tenaruh dedah juga dibumbui garam, bawang merah, cabai merah, serta daun jeruk. Lalu, dimasak di atas kuali, dialasi daun pisang tanpa minyak.

Untuk telur, boleh digunakan telur apa saja. Tapi, demi mendapatkan rasa yang lebih gurih, sebaiknya telur bebek. Pembuatannya, simpel. Panaskan kuali dan alasi daun pisang. Lalu, pecahkan telur di atasnya dan diberi bumbu. Aduk, seperti  layaknya membuat telur orak-arik, setelah itu masakan ini pun siap untuk disantap.

Dedah

Makanan ini merupakan khasnya masyarakat Suku Gayo. Dibuat dari ikan “depik” namanya, sejenis ikan air tawar yang memang endemik perairan tawar Aceh. Terkait bumbu, dedah sangat simpel dan tentu sangat mudah didapat. Bahan bumbu tersebut, antara lain:  kunyit, bawang merah halus, empan, gegarak, dan jeruk sayur. Di luar itu, tak jarang pula ditambah dengan cabai hijau yang dibelah-belah.

Pengat

Makanan khas Gayo ini mirip pepes. Tapi, memasaknya bukan menggunakan daun, melainkan seperti digulai sampai tak berkuah. Bahan utamanya ikan, utamanya ikan bawal hitam, bawal merah, dan “depik”.

Salah satu bumbu pengat adalah air jeruk dan asam sunti. Tak aneh, jika timbul rasa asam yang begitu khas. Dan, karena rasanya ini pula yang kemudian membuat pengat menjadi cukup kondang. Menu ini dimasak sampai tak berkuah, kira-kira perlu waktu 1 – 2 jam, hingga ikan benar-benar matang dan bumbunya meresap. Biasanya pengat disajikan pada momen-momen tertentu, semisal Mangan morom atau makan bersama, acara perkawinan, dan menerima tamu agung.