Kriteria Calon Menko Maritim ada pada Ade Supandi

0
290
Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi (tengah) saat meresmikan Mugaba Banureja di Cimahi, Jawa Barat.

Jakarta (Samudranesia) – Sederet nama calon pembantu presiden di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo mendatang sudah berseliweran di pentas jagad media nasional. Sejumlah nama yang bakalan kuat menempati posisi menteri pun bermunculan ditambah pula nama-nama yang memang didorong oleh berbagai komunitas karena dianggap layak menempati suatu jabatan menteri.

Hal itu disinyalir terus mengalir hingga masa setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019. Mengangkat menteri memang hak prerogatif presiden, namun tidak ada salahnya jika kelompok masyarakat menerka dan mengusulkan sebuah nama.

Beberapa pos kementerian yang selalu mendapat sorotan di antaranya ialah Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman. Sejumlah nama pun telah disebut-sebut dan dinilai layak menempati posisi ini.

Menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin nantinya merupakan figur yang tepat di tempat/bidangnya maisng-masing. Para calon pembantu presiden nantinya juga harus mengemban visi presiden Poros Maritim Dunia dan Membangun SDM Unggul, telebih seorang Menko Maritim.

Tak hanya itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga ikut berkomentar soal kriteria-kriteria yang layak sebagai pembantu presiden. Menurut politisi Golkar itu, menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf haruslah orang yang komunikatif dan responsif.

Ia menilai para pembantu Jokowi di periode 2014-2019 masih kurang responsif dan komunikatif. Terutama ketika dikritik dan menerima masukan dari masyarakat. Sepenglihatan Bamsoet masih banyak menteri yang terkesan belum memiliki sikap responsif dengan baik.    

Terkait calon Menko Maritim, para aktivis dan penggiat kemaritiman pun telah mengutarakan kriteria sekaligus tokoh yang dianggapnya tepat menjabat pos strategis ini. Pasalnya seorang Menko Maritim merupakan ujung tombak dalam dalam upaya mencapai negara maritim.

Sehingga orang yang menempati pos ini sudah pasti adalah orang yang mengerti maritim permasalahan maritim dari A sampai Z, serta dari filosofi hingga tataran teknis dan praktisnya.

Mantan Ketua Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) Renaldi Bahri Tambunan menilai mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi cocok menempati posisi sebagai Menko Maritim di periode mendatang.   

“Pak Ade ideal dan pas untuk diamanahkan sebagai Menko Maritim dalam kabinet Pak Jokowi. Secara fundamental selain pengalaman sebagai Kasal di bidang hankam, beliau dalam bukunya sudah menuliskan penguatan-penguatan sektor maritim dari budaya sampai dengan sektor ekspor jasa maritim. Serta mengedepankan diplomasi dalam persoalan-persoalan antar negara,” ujar Renaldi dalam pesan elektroniknya kepada redaksi, Senin (14/10).

Ade Supandi selepas menjadi Kasal telah menulis buku berjudul ‘Fondasi Maritim Indonesia’. Dalam buku tersebut diurai secara detail bagaimana kiat-kiat agar bangsa ini memiliki budaya dan karaker maritim yang mumpuni. Ade Supandi kini menjabat sebagai ketua Purnawirawan TNI AL (PPAL) dan aktif sebagai pembicara tentang kemaritiman dalam berbagai seminar.  

Sambung Renaldi mengutip buku tersebut, budaya maritim bangsa merupakan fondasi dari sebuah negara maritim hingga peradaban maritim. Hal itu juga akan melahirkan generasi ocean leadership yang hebat di kemudian hari, yang bisa membangun kebijakan maritim terintegrasi dalam bingkai negara maritim Indonesia.

“Jadi saya kira modal itu sangat penting dan sejalan dengan visi presiden tentang SDM unggul. SDM unggul di bidang maritim hanya bisa dicapai melalui penguatan budaya maritim terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ade Supandi juga memiliki Museum Galeri Bahari (Mugaba) Banuraja di kediamannya di Cimahi, Jawa Barat. Lanjut Renaldi, mantan Kasal tersebut ternyata fokus membangun budaya bahari bangsa khususnya buat generasi milenial.

Renaldi yang kini aktif di Center for Indonesian National Policy Studies (CINAPS) dan Indonesia Institute for Maritime Studies (IIMS) itu menyebut selain concern dalam pembangunan budaya, Ade Supandi juga memiliki fokus terhadap pembangunan ekonomi maritim.

“Pak Ade juga sering menjadi pembicara dalam seminar-seminar kemaritiman. Yang paling baru waktu jadi pembicara di seminar maritim IPB yang dibuka oleh Wapres terpilih KH Ma’ruf Amin. Beliau mengulas tentang keamanan maritim yang korelasinya untuk penguatan bisnis pelayaran,” terangnya.

Kemudian terkait kriteria menteri harus sosok yang komunikatif dan responsif, Renaldi yang pernah menjadi reporter di maritimnews.com itu tahu betul karakter Ade Supandi saat menjadi Kasal dalam menghadapi banyak wartawan.

“Pak Ade sosok orang yang sangat komunikatif dan penuh humoris. Sebagai seorang wartawan tentu berkesan sekali ketika beliau dulu menjabat Kasal. Beliau sering memberikan kuis kepada wartawan soal kemaritiman,” kenangnya.

Masih kata Renaldi, dengan karakter seperti itu, diharapkan makin banyak generasi muda yang ingin tahu soal kemaritiman. Proses ini dianggap penting dalam pembangunan karakter bangsa yang menjadikan maritim sebagai kepentingan nasionalnya.

“Jadi kita butuh figur yang bukan penuh kekakuan dan menyeramkan, tapi kita butuh figur yang lentur dan komunikatif, tentunya juga yang tegas, bukan lembek. Nah itu semua saya meilhat ada di diri Pak Ade,” tandasnya. (Tyo)