KKP Berikan Excavator untuk Pacu Pengembangan Tambak di Tasikmalaya

0
255
Dok Foto: KKP

Tasikmalaya (Samudranesia) – Dalam rangka mendorong kegiatan pengembangan sentra produksi perikanan terutama kawasan yang memiliki potensi unggulan di kawasan budidaya air payau dengan komoditas udang dan bandeng, serta kawasan budidaya air tawar dengan komoditas patin, nila, mas dan lele, Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya berperan serta dalam penyediaan prasarana berupa alat berat excavator.

“Penyediaan alat berat excavator ini diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha perikanan budidaya melalui program percepatan peningkatan infrastruktur tambak budidaya serta sebagai langkah dalam menempuh target produksi udang naik sebesar 250 persen pada tahun 2024,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto saat menyerahkan excavator senilai Rp1.344.500.000,-  kepada Forum Komunikasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (4/8).

Slamet mengungkapkan penyediaan excavator merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung percepatan peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat, melalui penyediaan infrastruktur yang memadai untuk usaha berbasis kelautan dan perikanan serta menjalankan program Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

Slamet menegaskan kepada Dinas Kabupaten/Kota untuk berkomitmen salah satunya melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi pemanfaatan excavator yang telah disalurkan serta melaporkan kepada dinas provinsi dan juga pemerintah pusat, yaitu pelaporan pemanfaatan dan pemeliharaan dan juga apabila ada indikasi penggunaan bantuan yang tidak sesuai  maka patut diberikan sanksi.

“KKP akan terus memberikan dukungan langsung bagi para pembudidaya ikan sesuai kebutuhan bagi pengembangan usaha budidayanya. Oleh karena itu, saya menghimbau agar dukungan alat berat ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggungjawab bagi keberlangsungan kegiatan usaha budidaya yang dilakukan,” tegas Slamet.

Bantuan excavator diberikan agar terpeliharanya infrastruktur pendukung seperti saluran pengairan, tambak kolam, jalan produksi serta termanfaatkannya potensi daerah di bidang kelautan dan perikanan.

“Program bantuan prioritas yang diberikan berupa alat berat excavator dan sarana dan prasarana budidaya lainnya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pembudidaya, agar produksi budidaya dapat berjalan efisien. KKP fokus menggarap perikanan budidaya dengan sasaran utama bagaimana meningkatkan efesiensi produksi dan nilai tambah keuntungan yang dapat diraup pembudidaya ikan,” tambah Slamet.

Sebagai informasi, Tahun 2020 KKP akan menargetkan tersalurkannya sebanyak 28 unit excavator kepada penerima bantuan yang memenuhi  kriteria, sampai dengan bulan Agustus ini telah tersalurkan sebanyak 10 unit excavator untuk Kabupaten Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Buol, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupetan Bangka Tengah.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI, Haerudin mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan Dirjen Slamet yang telah memberikan bantuan alat berat berupa excavator kepada Ketua Forum Komunikasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kabupaten Tasikmalaya. 

“Saya berpesan semoga alat berat excavator ini bisa bermanfaat dan menjadikan solusi berbagai permasalahan selama ini dihadapi oleh masyarakat. Excavator itu nanti dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya untuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur kelautan dan perikanan seperti tambak, saluran tambak, serta kolam untuk usaha budidaya ikan,” jelas Haerudin.

Hal senada juga disampaikan oleh Kadis Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Heri Sogiri, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan KKP untuk pembangunan perikanan budidaya di Kabupaten Tasikmalaya.

“Bantuan alat berat excavator dan sarana prasarana lainnya dengan tujuan membantu pembudidaya di Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan produktivitas. Selain itu, sekarang ini petambak tidak perlu mengeluarkan uang banyak dengan menyewa excavator untuk memperbaiki kerusakan tambaknya,” ujar Heri.

Heri menambahkan bantuan excavator ini nanti dapat digunakan dalam rangka pengembangan usaha budidaya tambak udang  untuk mencetak lahan baru di Kabupaten Tasikmalaya.

Alhamdulillah kami sekarang ini tidak lagi terkendala dengan alat berat untuk mengembangkan tambak udang di Kabupaten Tasikmalaya, serta pengelolaan tambak nantinya bisa lebih baik dan tentunya akan mempermudah dalam membangun infrastruktur di sektor perikanan yang nantinya akan berimbas pada peningkatan produksi perikanan dan kesejahteraan pembudidaya,” tambah Heri.

“Semangat membangun tambak udang dari masyarakat Kabupaten Tasikmalaya luar biasa. Potensi lahan budidaya tambak udang di Kabupaten Tasikmalaya sekitar 2600 Ha dan baru termanfaatkan sekitar 200 Ha, dan tahun ini direncanakan akan dilakukan pembukaan lahan baru kurang lebih sekitar 100 Ha,” ujar Heri.

Sementara, pembudidaya udang vaname dari Kelompok Jaya Baya Desa Cimanuk Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, Jajang Rahmat mengungkapkan rasa bahagia, bangga dan tidak menyangka adanya bantuan alat berat excavator dari KKP, sekarang ini sudah dihadapan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami berterima kasih kasih kepada KKP atas bantuan excavator yang nilainya tidak murah, kami akan komitmen terus menjaga alat tersebut dan memanfaatkan alat tersebut untuk meningkatkan produktivitas usaha budidaya tambak udang,” tegas Jajang.

Jajang menambahkan selain itu, alat excavator ini sudah banyak yang mengantri untuk penambahan lahan baru tambak budidaya udang di Kabupaten Tasiklamaya.

“Saya sudah menekuni usaha budidaya tambak udang vaname ini dari tahun 2015, awalnya dengan 1 kolam dan saat ini sudah ada 6 kolam. Dalam 1 siklus atau selama 4 bulan, saya bisa mendapatkan keuntungan bersih dari budidaya udang vaname kurang lebih sebesar 200 juta rupiah,” ungkap Jajang.

Jajang menegaskan budidaya tambak udang vaname lebih mudah karena tidak berpengaruh terhadap kondisi cuaca dibandingkan dengan usaha menangkap ikan, asalkan selalu menerapkan kaidah-kaidah cara budidaya ikan yang baik (CBIB) dan selalu menjaga lingkungan sekitar tambak budidaya udang.

Sebagai informasi, bantuan KKP yang diberikan pada waktu yang bersamaan kepada Kabupaten Tasikmalaya antara lain berupa 1 Paket Bioflok; 50 Paket Calon Induk Lele; 1.000 paket sembako dan alat perlindungan diri (APD) untuk nelayan, klaim bantuan premi asuransi nelayan, klaim asuransi BPJS Ketenagakerjaan dan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BLU LPMUKP dan perbankan. (Tyo)