Kenalkan Edu Minawisata, FPIK Undip Berkontribusi Genjot Ekonomi Desa Tajuk

0
287
Embung Bangau, Desa Tajuk, Getasan.

Semarang (Samudranesia) – Dosen FPIK Universitas Diponegoro (Undip) Dr. Ir. Suryanti, M.Pi, beserta Tim Dr. Eng. Agus Setyawan, S.Si., M.Si; Farikhin, S.Si., M.Si. Ph.D; Agus Naryoso,S.Sos., M.Si  berkolaborasi dengan Mahasiswa KKN Periode 1 Undip 2020 melakukan pemberdayaan masyarakat mandiri berkelanjutan di Embung Bangau, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Semarang beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Tajuk guna mengoptimalkan potensi wisata alam khususnya Embung Bangau serta peran masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola potensi wisata alam guna desa Tajuk menjadi desa wisata unggulan di Getasan.

“Saya dan tim melakukan kegiatan ini karena melihat potensi alam yang dimiliki Desa Tajuk sangatlah potensial baik dari sektor sumber daya alam, pemandangan Gunung Merbabu yang menakjubkan hingga potensi wisata alam yang dimiliki. Sehingga perlu dioptimalkan melalui peran masyarakat dalam mengelola potensi wisata alam,” ujar Suryanti.

Dengan dukungan dari Kepala Desa Tajuk, Singgih serta antusias warga, kegiatan ini berjalan baik. Sosialisasi mengenai Edu Minwisata ini merupakan suatu pengoptimalan wisata alam dari sektor perikanan yang dilengkapi tempat pembelajaran.

Sosialisasi Edu Minawisata

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi serah terima dan penebaran benih 3000 ekor ikan nila, sosialisasi mengenai masterplan Embung Bangau kepada masyarakat Tajuk, edukasi mengenai pengelolaan sampah menjadi ecobrick, pencerdasan kepada masyarakat mengenai budidaya ikan nila secara mudah serta pengenalan papan pintar kepada masyarakat sebagai bahan pembelajaran di taman edukasi Embung Bangau.

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini support dari kepala desa Tajuk serta masyarakat yang sudah terealisasi berupa serah terima dan penebaran bibit ikan nila sebesar 3000 ekor serta acara penyuluhan kepada masyarakat tajuk mengenai keterlibatan masyarakat dalam pengoptimalisasi Embung Bangau,” jelas Suryanti.

Kegiatan penebaran bibit ikan nila sebesar 3000 ekor bisa terlaksana atas kerja sama dengan Kabid Pengawasan DKP Jateng, Ir. Arif Rahman. M.Si yang sudah memberikan bantuan benih ikan nila lebih dari 3000 ekor.

“Desa Tajuk tahun ini sedang bergerak cepat untuk melakukan pembangunan fasilitas umum untuk mendukung potensi wisata terutama Embung Bangau, dengan adanya kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat dan berdampak positif untuk masyarakat Tajuk,” Kades Tajuk Singgih dengan penuh semangat.

Acara dilanjutkan sosialisasi kepada masyarakat Tajuk mengenai masterplan Embung Bangau yang sudah dirancang dan didesain oleh tim mahasiswa KKN 1 Undip 2020 sebagai acuan dan referensi dalam mengembangkan wisata Embung Bangau. Selain itu, mahasiswa KKN berhasil mengolah dan memanfaatkan sampah plastik melalui ecobrick menjadi kursi. Harapannya semua fasilitas di Embung Bangau bisa dibuat dari pemanfaatan limbah plastik.

Dengan adanya rangkaian program pemberdayaan ini, Dr. Suryanti berharap agar potensi wisata Desa Tajuk terutama wisata Embung Bangau bisa dikelola dengan baik oleh Masyarakat Tajuk guna meningkatkan eksistensi serta perekonomian warga desa. (Tyo)