Kembangkan Organisasi, Kepala Bakamla Butuh Asintel, Aslog dan Asrena

0
88
Dari kiri ke kanan: Laksda Bakamla Irawan, Laksdya Bakamla Aan Kurnia, Laksdya Bakamla A. Taufiq R, dan Laksda Bakamla TSNB Hutabarat.

Jakarta (Samudranesia) – Dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Bakamla dari Laksdya Bakamla A. Taufiq. R kepada Laksdya Bakamla Aan Kurnia dinyatakan bahwa Bakamla selaku institusi yang memiliki fungsi Coast Guard harus fokus pada kegiatan operasi di laut.

Kepala Bakamla sebelumnya Laksdya Bakamla A. Taufiq. R menjelaskan bahwa Bakamla bukanlah organisasi task force yang tugas pokoknya hanya administrasi.

“Hampir semua kita bermasalah karena kita tidak ngerti apa itu Coast Guard, seperti apa? Coast Guard tidak boleh task force seperti sekarang. Salah satu contoh, karena LPNK dikasih organisasi administratif, padahal tugas pokoknya melakukan patroli, tidak nyambung,” ucap Taufiq usai di Markas Bakamla, Jakarta, Jumat (14/2).

Dia mencontohkan, layaknya TNI AL yang memiliki Panglima Komando, maka dalam operasi diperlukan inteligent preparation battlefield. Sehingga sudah selayaknya seorang Kepala Bakamla membutuhkan asisten intelijen (Asintel).

“Pada saat kita mau patroli, operasi, siklus pertama, tapi saya tidak punya asintel di organisasi kita. Kemudian untuk sustainability saya harusnya punya aslog (asisten logistik-red). Tapi idak ada aslognya. Bangunan kuat harus ada asrena (asisten perencanaan dan anggaran), saya tidak punya staf itu. Makanya ada sesuatu yang salah dari awal,” tegas Taufiq.

“Makanya saya diperintah untuk perbaiki. Nah ini baru satu tahun saya perbaiki. Makanya apa yang kurang, banyak sekali. Jadi waktu itu saya perkirakan, saya bisa meletakan dasar yang kuat itu lima tahun. Saya baru satu tahun. Ini sisanya Pak Aan, misalnya ada permasalahan 100 saya 3 saja cukup, nanti biar Pak Aan yang berikutnya,” tambahnya.

Mantan Wakasal itu yakin bahwa saat ini dukungan pemerintah kepada Bakamla terus mengalir. Saat ini tengah digodok RUU Keamanan Laut (Kamla) oleh Komisi I DPR dan pemerintah, sehingga besar harapannya Bakamla menjadi institusi yang semakin proporsional sebagai Coast Guard.

“Di dalam negeri, dukungan pemerintah sudah mulai besar sekarang. Sekarang sudah mulai ngeh bahwa harus ada Bakamla. Kenapa? Sebetulnya kalau kita berpikir fungsi angkatan laut, ada fungsi constabulary angkatan laut itu untuk maritime security dan angkatan laut kita nggak kemana-mana, jadi buat apa ada Coast Guard, angkatan laut saja cukup. Namun dengan kekinian di dunia alergi kalau militer melakukan penegakan hukum, makanya harus ada Coast Guard,” pungkas Taufiq. (Tyo)