Kalau ke Danau Matano, Coba Kuliner Ini

0
245
Dok. cookpad.com

Sorowako (Samudranesia) – Wisata ke sebuah destinasi kurang afdol rasanya tanpa mencicipi kuliner khas setempat. Kalau boleh jujur, seperti ada sesuatu yang hilang. Harus diakui, kuliner khas ini sejatinya bukan hanya sekadar makanan atau minuman semata, tapi tentu saja mengandung makna di dalamnya. Kuliner khas tersebut bisa dibilang menjadi sebuah identitas sekaligus bagian dari kearifan lokal setempat. Sebab itu, logis jika kuliner dan objek wisata diklaim menjadi satu paket. Salah satunya adalah kuliner di Danau Matano.

Baca Juga: Seperti Apa Kemeriahan Festival Danau Matano

Seperti objek wisata kebanyakan di Tanah Air, Danau Matano juga memiliki menu khas yang sama banyaknya. Bukan hanya banyak dan beragam, tetapi juga sensasi rasanya mantap banget. Tiap ragam tentu punya keunggulan masing-masing. Dan, asyiknya lagi semua jenis kuliner tersebut gampang dicari. Ada sederet kuliner asli kawasan wisata ini yang terbilang beken, antara lain: winalu botini (pepes ikan botini), winalu ateno (pepes jati ikan botini), bungka olo (kepiting masak asam),   dada opudi (ikan opudi yang diasap). Mau tahu jenis-jenis kuliner khas Danau Matano lainnya? Berikut di antaranya:

Dange

Makanan khas masyarakat Luwu, Palopo dan sekitarnya ini terbuat dari sagu. Dibuat dengan menggunakan cetakan dari tanah liat, berbentuk kotak-kotak. Dan, dipanggang di atas tungku yang menggunakan kayu bakar. Karena bahannya yang dari sagu, dange  diketahui sarat akan karbohidrat, rendah gula darah. Tak heran, makanan pokok yang sudah ada sejak dulu ini sangat pas untuk disantap oleh penderita diabetes, sebagai pengganti nasi. Satu lagi, dange selalu disediakan pada saat-saat acara keluarga, seperti: ramah- tamah, keluarga dan lain-lain. Sensasi rasanya akan begitu nikmat, apabila disantap bersama lawa dan pecco.

Lawa

Makanan lauk untuk menemani nasi atau dange ini terbuat dari daging ikan mentah yang segar. Dipotong kecil-kecil tentunya setelah dibuang tulang-tulangnya. Agar terasa lebih khas, makanan ini lantas dicampur dengan asam cuka atau perasan jeruk nipis, atau bisa juga kombinasi dari keduanya. Biar lawa makin mantap lagi, selalu dibubuhi parutan kelapa. Parutan kelapa yang ditumis dengan cabai. Selain itu, bisa juga ditambah parutan kelapa yang disangrai.

Pecco

Menu yang satu ini memang mirip-mirip dengan lawa. Keduanya merupakan jenis menu tradisional yang sama-sama berbahan dasar ikan mentah. Bedanya, lawa menggunakan ikan laut yang berukuran besar, sedang pecco sebaliknya, menggunakan ikan kecil, seperti ikan teri. Pecco tentu memiliki rasa yang sangat segar. Pasalnya, hidangan ikan laut mentah ini disiram dan dicampur dengan asam cuka. Dan, untuk mendapatkan rasa yang lain, pedas misalnya, bisa ditambah lada dan cabe rawit.

Penasaran dengan ketiga jenis kuliner ini, atau yang lainnya? Kunjungi saja Danau Matano, Luwu, atau Sorowako dan sekitarnya. Dijamin, lidah Anda akan selalu dimanja di sana. Apalagi, semua hidangan itu begitu mudah didapat. Gak percaya? Buktikan aja langsung.