Kado Lebaran dari Kapal Ikan China, 1 ABK WNI Meninggal Dunia Lagi

0
206

Ilustrasi Foto: Istimewa

Jakarta (Samudranesia) – Ketika umat muslim dunia hendak merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, bangsa Indonesia justru menerima nasib pilu kala mendengar ada lagi ABK warga negara Indonesia (WNI) di kapal ikan China FV Jin Shung yang meninggal dunia tadi malam.

ABK atas nama Eko Suyanto itu sudah 4 bulan bekerja di kapal tersebut. Namun sejak 2 bulan terakhir, alamrhum bersama rekannya, Hamdani dipindahkan ke kapal nelayan berbendera Pakistan dengan alasan kapal akan melanjutkan ke perairan Somalia.

Dalam keterangan sebelumnya yang disampaikan oleh Hamdani, almarhum telah mengalami rasa sakit yang cukup lama di tangannya. Ada indikasi kuat, almarhum telah mengalami penyiksaan sebelumnya.

Kemudian oleh kapak nelayan Pakistan, keduanya diinapkan di kapal Herera yang tengah bersandar di dermaga Karachi, Pakistan. Selama lebih kurang 2 bulan, keduanya terlantar di atas kapal tersebut.

Informasi yang diterima redaksi, magrib waktu Karachi, alamrhum Eko Suyanto menghembuskan nafas terakhirnya dan jenazahnya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Sementara Hamdani sudah dijemput oleh pihak KBRI di Pakistan.

Pihak perusahaan penyalur mereka yakni PT Mitra Tunggal Bahari juga tidak merespons keluhan mereka selama ini. Terkesan perusahaan penyalur itu melepas tanggung jawab. Yang lebih parahnya lagi, gaji Eko dan Hamdani selama ini juga belim dibayarkan.

Pihak perusahaan menjanjikan gaji mereka akan dikirim ke pihak keluarga, namun setelah dikonfirmasi, pihak keluarga pun belum menerima bayaran gaji sama sekali.

Kejadian ini terus berulang, seakan menjadi fenomena gunung es sejak beberapa tahun terakhir. Pemerintah Indonesia pun dinilai belum bisa memberantas total praktik perbudakan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Manning agency illegal masih berserakan di negeri ini yang menjual anak bangsa dengan dalih menjadi awak kapal perikanan. Aktor-aktor di balik layar dari praktik ini masih menikmati rente penjualan manusia dari perusahaan asing.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Sulawesi Utara, Anwar Dalewa yang membuat pengaduan di Fisher Centre meminta  pihak berwajib di Indonesia untuk membongkar praktik pengiriman Awak Kapal Perikanan migran yang selama ini dilakukan secara ilegal.

“Ibarat puncak gunung es, banyak manning agent ilegal yang melakukan pengiriman Awak Kapal Perikanan keluar negeri selalu lolos dari pengawasan pemerintah dan jerat hukum,” kata Anwar.

Pihaknya mencurigai ada permainan antara pihak swasta dan kemungkinan pemerintah yang menjalankan bisnis gelap ini. Sehingga pelaku utama kasus ini tetap beroperasi tiada henti menjual anak-anak Ibu Pertiwi kepada agen internasional.  

“Seperti ada kesengajaan melanggengkan dan melindungi praktik bisnis pengiriman awak perikanan secara ilegal sehingga sampai saat ini perekrutan dan pengiriman terus terjadi dan tanpa ada sanksi hukum bagi mereka yang melanngar aturan,” tandas Anwar. (Tyo)