KADIN Sebut Jumlah Karyawan PHK Lebih Besar dari Data Kemenaker

0
369

Jakarta (Samudranesia) – Jumlah korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) diperkirakan sudah mencapai 15 juta orang. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut angka ini jauh lebih besar dari angka yang sudah dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sebanyak 2,8 juta per 20 April lalu.  “Angka itu belum ditambah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang juga ikut teedampak. Jadi kalau tadi 2 juta, fakta bisa 15 juta. Itu 2 juta mungkin yang dilaporkan. Apakah UMKM melaporkan, kan tidak,” kata Wakil Ketua Umum Kadin bidang UMKM, Suryani Motik dalam diskusi online via aplikasi Zoom (1/5/2020).

Menurut Suryani, angka perkiraan jumlah korban PHK ini bahkan bisa jauh lebih besar bahkan mencapai angka antara 30-40 juta orang. “Belum lagi itu dikatakan yang tidak pulang. Di Jakarta mungkin 20 jutaan. Mungkin sudah hampir 30 jutaan tenaga kerja, 40 juta yang sudah menganggur,” jelasnya.

Kondisi yang dialami industry di sektor UMKM  saat ini menurutnya bertolak belakang kondisi saat terjadi krisis moneter pada 1998. Bila pada tahun itu UMKM bisa menjadi tulang punggung geliat ekonomi, saat ini UMKM justru menjadi sektor usaha yang paling terdampak.

Untuk usaha kecil, kondisi seketika membuat usaha langsung terkapar. Sementara, untuk kategori menengah, Suryani memperkirakan mereka hanya bakal bertahan tak lebih dari dua bulan. “Ada anjuran untuk beralih ke online, faktanya tidak semua usaha bisa beralih ke online. Kalau misalnya, makanan masih mungkin bisa. Tapi kalau misalnya restoran siap saji tak semua juga bisa. Kerajinan sulit juga,” katanya. “Jadi dengan sendirinya hampir semuanya sekarang tutup.”

Sementara di sisi lain, kata Suryani, pihak pengusaha juga tak bisa disalahkan atau dianggao tak bertanggung jawab. “Jangankan untuk memberi pesangon pekerja, untuk para pengusaha sendiri pun juga susah,” katanya.

Kementerian Ketenagakerjaan sebelumnya mengumumkan ada sekitar 2,08 juta pekerja terkena PHK per 20 April akibat pandemi virus corona. Lebih dari setengahnya berasal dari sektor formal, yakni 1,54 juta orang dan sektor informal yang terkena PHK sebanyak 538 ribu pekerja.

Sementara, jumlah perusahaan yang melakukan PHK dan merumahkan karyawannya tercatat sebanyak 116,37 ribu perusahaan. Angka itu terdiri dari 84 ribu dari perusahaan di sektor formal dan 31 ribu perusahaan di sektor informal.