Jangan Asal Motret Candi Borobudur dengan Drone, Bisa Ditembak, lho.

0
537
Image by Geoffery iGV from Pixabay

Jakarta (Samudranesia)- Foto Candi Borobudur yang diunggah di akun Instagram resmi milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (@IndTravel) banyak diperbincangkan netizen. Pasalnya foto yang menampilkan Candi Borobudur dengan latar belakang sebuah gunung tinggi yang menjulang lancip itu dianggap palsu.

Foto tersebut menurut admin IG @IndTravel diambil dari laman IG milik @jerre_stead. Sang pemotret mengaku mengambil foto tersebut menggunakan drone.

Perlu diketahui, sejak tahun 2018 Balai Konservasi Borobudur (BKB) telah menetapkan aturan khusus terkait menerbangkan drone di area sekitar Candi Borobudur. Aturan yang diberikan adalah penetapan tarif biaya pemanfaatan candi Borobudur.

Baca Juga : Ini Foto candi Borobudur di Instagram Kementerian Pariwisata yang Dicap Palsu

Berdasarkan keputusan BKB, penetapan tarif tersebut meliputi pemotretan pre-wedding di lapangan Aksobya Rp 1 juta, di halaman Candi Borobudur Rp 2 juta, dan di bangunan candi Rp 2 juta,  namun itu pun dibatasi hanya di lantai 2 atau selasar.

Penetapan tarif lainnya adalah penggunaan drone Rp 2,5 juta, lampu panorama Rp 1,25 juta per jam, dan syuting untuk hiburan non iklan Rp 2,5 juta. Penetapan tarif ini sendiri mulai berlaku 30 April 2018.

Bagi BKB, penetapan tarif tersebut ternyata cukup meningkatkan pendapatan mereka. Selama dua bulan pelaksanaannya, pihak BKB menyebutkan pendapatan yang diperoleh  sekitar Rp 80 juta. Cukup tinggi!

BKB juga memberikan sanksi bagi mereka yang tidak mematuhi aturan penetapan tarif. Misal, jika diketahui ada drone yang berkeliaran tanpa izin, pihak BKB mengaku tak segan untuk menembaknya.