“James Bond: No Time To Die” Film Terakhir Daniel Craig yang “Full Action”

0
175
Dok. twitter.com

Jakarta (Samudranesia) – Sejak kemunculan perdananya di tahun 1962, film “James Bond” memang langsung menyedot perhatian para pencinta film action dunia, tak terkecuali di Indonesia. Siapapun aktor memerankan agen rahasia pemilik nomor sandi 007 tersebut, film ini tetap paling diburu dan selalu mendapat tempat di hati mereka. Harus diakui film serial ini dari sisi sinematografi maupun ceritanya memang sangat prestisius. Bukan cuma itu, para bintang yang dilibatkan pun bisa dibilang punya bobot serta kualitas yang berkelas. Sehingga, wajar kehadiran film ini selalu ditunggu-tunggu.

“No Time To Die” akan menjadi sekuel film “James Bond” yang ke-25 dari rentetan film ini sejak 58 tahun silam. Masih dibintangi oleh aktor beraut dingin, Daniel Craig. “No Time To Die” akan menjadi perannya yang kelima sebagai Bond. Film ini juga disebut-sebut menjadi film terakhir aktor asal Inggris tersebut. Untuk diketahui, tokoh James Bond dalam film digambarkan masih berumur 33 tahun. dan Craidg dianggap sudah tidak lagi bisa memenuhi syarat tersebut.

“No Time To Die” mengisahkan James Bond yang sebenarnya sudah pensiun dari aktivitas sebagai agen rahasia 007. Dia pun memilih Jamaika sebagai tempatnya untuk mencari ketenangan hidup semasa pensiun. Namun, sayang belum lama bisa menikmati hari-hari tenangnya, tiba-tiba terusik oleh kehadiran sahabat lawasnya, Felix Leiter dari CIA. Sahabatnya itu khusus menemui Bond untuk meminta bantuan membebaskan seorang ilmuwan penting yang diculik kelompok penjahat yang sangat berbahaya.

James Bond pun menerima tawaran sahabatnya itu. Apalagi, kemudian misi yang akan dijalankan ini sudah mendapat “lampu hijau” dari M16. Dalam misi ini Bond tak hanya bertemu kembali dengan sahabatnya dari CIA, tapi juga koleganya dari M16, seperti Moneypeny – asistennya, Q atau Qurtermaster. Plus, diperkenalkan dengan calon penggantinya, Nomi.

Perburuan terhadap kelompok penjahat yang sangat berbahaya itu pun dilakukan. Bond mengakui bahwa upaya pengejaran ini paling berbahaya. Pasalnya, kawanan penjahat tersebut sudah dilengkapi dengan persenjataan berteknologi tinggi. Sehingga, tak mudah menundukkan para penjahat yang dipimpin oleh  Safin. Penjahat kawakan sekaligus musuh bebuyutan James Bond.

Semua upaya pun dilakukan. Tak heran, kalau dalam serial “No Time To Die” penuh dengan adegan kekerasan, saling kejar, melibat tak hanya kendaraan serta senjata full automatic yang sangat canggih, tetapi juga wanita cantik, manuver khas agen rahasia dan banyak lagi. Nah, bagaimana keseruan kisah selanjutnya? Saksikan saja kehebatan aksi Daniel Craig dalam “James Bond: No Time To Die” di bioskop-bioskop kesayangan Anda sepanjang 2020.

Film “James Bond: No Time To Die” dibesut oleh sutradara Cary Joji Fukunaga. Diproduksi oleh EON Productions yang digawangi oleh dua produser Barbara Brokoli dan Micheal J. Wilson. Selain Daniel Craig, film yang menghabiskan biaya  250 juta dolar juga dibintangi oleh Rami Malek berperan sebagai Safin, Ralph Fiennes sebagai M, Naomie Harries sebagai Eve Moneypeny, Ben Wishaw sebagai Q, Jeffrey Wright sebagai Felix Leiter, Lashana Lynch sebagai Nomi dan Lea Seydoux sebagai Dr. Medeleine Swann. (Guss)