Jadi Kunci Sukses Poros Maritim Dunia, Berikut Tantangan Kepala Bakamla Baru

1
276
Laksdya TNI Aan Kurnia (kiri) berjabat tangan dengan Laksdya Bakamla A. Taufiq R.

Jakarta (Samudranesia) – Laksamana Madya TNI Aan Kurnia baru saja dilantik sebagai Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Menjadi orang nomor satu di institusi bermotto Raksamahiva Camudresu Nusantarasya itu membuat Aan dihadapkan pada amanah besar untuk menjadikan badan ini sebagai ‘single coast guard’ yang andal dan profesional.

Isu ego sektoral yang terjadi selama ini terus menghantui perjalanan Poros Maritim Dunia. Bakamla sebagai leading sector keamanan maritim diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam menyukseskan visi tersebut dalam hal keamanan dan diplomasi maritim Indonesia.

Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertopati berpendapat bahwa Bakamla mempunyai peran penting dalam menghadapi dinamika kawasan dan global yang kian meningkat eskalasi ancamannya. Sehingga Kepala Bakamla baru dituntut memiliki kompetensi di bidang hukum laut serta kecakapan dalam merangkul stakeholder lain.  

Kepala Bakamla baru harus memiliki komunikasi yang baik dengan K/L lain sehingga interoperabilitas dapat terlaksana dengan baik dan juga harus menguasai hukum internasional dan nasional terkait kelautan dan kemaritiman,” kata Nuning biasa disapa kepada Samudranesia, Kamis (13/2).

Baca Juga:

Dengan adanya insiden di Natuna beberapa waktu lalu menjadi bukti bahwa area hak berdaulat Indonesia dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) tengah mendapat sorotan dari negara lain. Ke depan, bukan tidak mungkin ancaman itu kian meningkat hingga ke area hak kedaulatan kita.

Sambung Nuning, Bakamla selaku Indonesia Coast Guard memiliki peran penting dalam zona delimitasi terutama dalam hal pengamanan dan diplomasi maritim dengan negara-negara lain.   

“Secara internal, TNI AL memang perlu mendorong Bakamla untuk lebih berperan di zona delimitasi. Sesuai hukum laut internasional memang kapal-kapal Bakamla sebagai Indonesia Coast Guard lebih berwenang beroperasi di zona delimitasi sementara kapal-kapal perang TNI AL beroperasi di wilayah perbatasan laut yang sudah disepakati kedua negara,” jelasnya.

Mantan Anggota Komisi I DPR itu lebih lanjut menyatakan bahwa kunci sukses Poros Maritim Dunia ada pada kemampuan TNI AL dan Bakamla dalam menjalankan tupoksinya dengan baik.

“Interoperabilitas TNI AL dan Bakamla merupakan kunci sukses diplomasi maritim Indonesia sesuai kebijakan Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” tandasnya.

Aan Kurnia yang pernah menjabat sebagai Pangarmabar (sekararang Pangkoarmada I) dan Kadishidrosal (sekarang Kapushidrosal) tentu memiliki pengalaman dan kapasitas yang memadai sebagai Kepala Bakamla baru dengan tantangan demikian.

Dalam pengembangan SDM, lulusan AAL tahun 1987 ini juga memiliki pengalaman sebagai  Danjen Akademi TNI dan Dankolat Armatim, sehingga Bakamla yang saat ini fokus mempersiapkan SDM sebagai Coast Guard yang andal  diharapkan bisa terwujud di bawah kepemimpinannya. (Tyo)