Ini Daftar 13 Bandara dengan Tiket Pesawat Murah

0
181

Jakarta (Samudranesia)- Untuk memulihkan sektor pariwisata dan industri penerbangan di dalam negeri, pemerintah melalui  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan kebijakan berupa pemberian stimulus. Yaitu penghilangan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC).

Selama ini biaya PSC dibebankan kepada harga tiket penumpang dengan besaran tarif mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Dengan dihilangkannya biaya ini maka tarif tiket penerbangan yang dibebankan kepada  harusnya menjadi lebih murah.

Namun tidak semua penumpang bisa menikmati insentif ini di semua bandara. Karena stimulus PJP2U yang juga dikenal dengan airport tax ini hanya akan diberlakukan kepada penumpang dengan keberangkatan di 13 bandara saja. Keringanan biaya ini juga hanya untuk penumpang yang membeli tiket pada periode 23 Oktober hingga 31 Desember 2020 dengan tanggal keberangkatan sebelum 1 Januari 2021.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto, stimulus ini dikeluarkan pemerintah  dalam rangka meningkatkan pariwisata di Indonesia. Atas dasar itu, tak semua bandara akan mendapatkan insentif ini.  “Jadi memang pada awalnya ini semua ditujukan untuk sektor pariwisata. Saya sekaligus menjawab kenapa Surabaya tidak dimasukkan, karena ini sekali lagi di-address untuk pariwisata. Sehingga agar tidak salah alamat,” ujar Novie dalam keterangan resminya seperti dikutip pada Sabtu (24/10/2020).

Berikut daftar 13 bandara yang tarif tiket pesawatnya didiskon pemerintah:

1. Bandara Soekarno-Hatta (CGK)

2. Bandara Hang Nadim (BTH)

3. Bandara Kualanamu Medan (KNO)

4. Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar (DPS)

5. International Yogyakarta Kulon Progo (YIA)

6. Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP)

7. Bandara Internasional Lombok Praya (LOP)

8. Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG)

9. Bandara Sam Ratulangi Manado (MDC) 10. Bandara Komodo Labuan Bajo (LBJ)

11. Bandara Silangit (DTB)

12. Bandara Banyuwangi (BWX)

13. Bandara Adi Sucipto (JOG)

“Diharapkan dengan adanya stimulus ini masyarakat akan dapat keringanan biaya perjalanan dengan maskapai ke berbagai tujuan yang akhirnya memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah,” ungkap dia.