Indonesia Punya Peran Penting dalam Menjaga Keberlanjutan Ekonomi Kelautan Dunia

0
69
Ilustrasi

Jakarta (Samudranesia) – Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berkomitmen untuk berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan laut dunia melalui transformasi ekonomi kelautan. Komitmen pengembangan ekonomi kelautan berkelanjutan dunia tersebut disampaikan dalam Sherpa Meeting ke-8 High Level Panel (HLP) on Sustainable Ocean Economy di New York, Amerika Serikat pada tanggal 1-3 Februari 2020 yang lalu.

Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan tindak lanjut pertemuan ke-7 yang diselenggarakan di Cambridge, Inggris pada 16-19 Desember 2019 yang lalu, untuk menyempurnakan konsep rekomendasi HLP tentang transformasi ekonomi Kelautan yang berkelanjutan dan membahas arah kegiatan HLP ke depan.

Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono hadir dalam pertemuan dimaksud mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan. Aryo menjelaskan bahwa kepentingan utama Indonesia dalam pertemuan ini antara lain menyangkut ekspor sampah, yaitu agar pemulangan kembali sampah yang sudah masuk ke Indonesia dapat tetap terakomodir.

Aryo menambahkan, Indonesia pun telah berkomitmen untuk aktif pada 8 tema HLP yaitu ocean renewable energy, shipping decarbonization, nature based solution, ocean accounting, finance, marine spatial planning, food from the sea dan tourism.

“Untuk ekspor waste, Indonesia akan bersikap tegas mengembalikan sampah yg tdk dpt diolah kembali ke negara asal pengirim,” ujar Aryo.

Sementara itu mengenai target luasan kawasan konservasi (marine protected area/MPA), menurut Aryo Indonesia mempertimbangkan untuk pencapaian target 30 persen dari luasan laut secara global namun tidak untuk nasional.

“Indonesia sudah memiliki komitmen untuk pencapaian 10 persen MPA di lingkup nasional sesuai Aichi Target. Sedangkan dalam hal marine spatial planning, KKP akan mendorong agar dapat dilaksanakan terintegrasi dengan watershed management,” ujarnya lagi.

Secara umum menurut Aryo para perwakilan negara menekankan bahwa fokus utama pemanfaatan kelautan yang berkelanjutan adalah masyarakatnya tetap menjaga keseimbangan aspek perlindungan dan pemanfaatan kelautan, rehabilitasi dan revitalisasi terhadap laut yang tidak sehat, penetapan target kawasan konservasi laut yang realistis, penguatan pemberantasan illegal fishing, penetapan target yang sejalan dengan SDG 2030 dan partnership antara HLP Action Agenda dengan Bank Dunia, regional development banks, GEF, UNESCO, dan stakeholders terkait lainnya untuk menarik investor yang kredibel.

Pada kesempatan HLP tersebut para peserta juga mendengarkan perkembangan informasi persiapan pelaksanaan UN Ocean Conference, World Ocean Summit dan Our Ocean Conference, serta paparan Bank Dunia, Regional Development Banks mengenai HLP Action Agenda untuk pemanfaatan ocean berkelanjutan.

Di akhir agenda juga disepakati “suggested talking points” yang berisi posisi umum HLP, yang diharapkan dapat menjadi bahan “inspirasi” penyusunan posisi masing-masing anggota di berbagai forum. (Tyo)