Gelar Rakernis Perikanan Budidaya, Edhy Tidak Ingin Hanya Jadi Ajang Buang Anggaran

0
82
Menteri Edhy Prabowo pimpin Rakernis Perikanan Budidaya di Palembang.

Palembang (Samudranesia)- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) bidang Perikanan Budidaya di Kota Palembang mulai tanggal 27-30 Januari 2019 di hotel Aryaduta, Palembang. Rakernis yang dihadiri seluruh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi se Indonesia, UPT lingkup Ditjen Perikanan Budidaya dan para Stakeholders, dibuka secara langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Menteri Edhy dalam arahannya meminta Rakernis ini benar-benar dapat menghasilkan langkah konkrit dalam upaya memajukkan pembangunan sub sektor perikanan budidaya sampai tingkat Kabupaten/Kota. Menurutnya, seluruh stakeholders khususnya pemerintah daerah harus berani terbuka dalam memberikan masukan yang konstruktif bagi KKP.

“Tidak ada gunanya jauh-jauh datang kalau ujung-ujungnya hanya buang-buang anggaran. Saya ingin Rakernis ini benar-benar menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan acuan kebijakan KKP. Saya memahami bahwa pembangunan perikanan budidaya adalah tanggung jawab seluruh pihak, jadi perlu ada kerjasama sinergi dari seluruh pihak,” tegas Menteri Edhy di depan peserta Rakernis.

Baca Juga:

Dia juga menambahkan, perikanan budidaya adalah sub sektor yang sangat strategis dan menjadi jawaban bagi upaya meningkatkan perekonomian nasional dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Jadi budidaya ini adalah sub sektor yang paling mudah untuk ditingkatkan dan memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi dibanding sektor agro lainnya. Dalam berbagai kesempatan di depan Presiden, saya utarakan mengenai lima belas item strategi dalam mendorong industri perikanan. Khusus untuk budidaya dalam jangka pendek ini, KKP akan fokus pada pengembangan industrialisasi udang. Oleh karenanya, saya meyakini upaya ini tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan KKP saja, tanpa dukungan dari pihak lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan bahwa Rakernis ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) KKP yang digelar akhir Desember 2019. Menurutnya, KKP dalam hal ini Ditjen Perikanan Budidaya telah menetapkan berbagai strategi dalam upaya percepatan industri perikanan budidaya nasional. Kita sudah tetapkan beberapa kegiatan prioritas untuk ditindaklanjuti dalam jangka pendek ini.

“Tujuan Rakernis ini ini dalam rangka konsolidasi KKP dengan Pemda dan seluruh stakeholders terkait. Bagaimana kita membangun kerjasama untuk memnangun perikanan budidaya nasional. Di samping itu, kegiatan ini sebagai upaya mensinergikan kebijakan perikanan budidaya mulai dari tataran atas yakni visi Presiden sampai dengan Kabupaten/Kota. Kami juga ingin menjaring masukan masukan dari daerah agar program bisa diterima dan dilaksanakan sampai lapisan daerah,” ungkap Slamet.

Slamet juga menambahkan bahwa dalam lima tahun mendatang KKP fokus untuk menggarap sub sektor perikanan budidaya. Dirinya juga memastikan bahwa dalam jangka pendek ini, KKP akan menyiapkan program yang konkret dan secara langsung menjadi pengungkit bagi percepatan pembangunan perikanan budidaya di seluruh Indonesia.

Adapun program yang disiapkan tahun 2020 ini antara lain: pengembangan inovasi budidaya lele bioflok, pengembangan minapadi, dukungan induk dan benih bermutu, dan rehabilitasi kawasan melalui dukungan alat berat.

Di samping dukungan langsung masyarakat, KKP juga akan fokus pada program pengembangan industrialisasi budidaya udang melalui pendekatan berbasis klaster, pengembangan ikan hias, industrialisasi budidaya rumput laut dan komoditas unggulan. Program-program tersebut, menurut Slamet tengah dalam proses finalisasi penyusunan peta jalan (road map).

“Saya meminta semua pihak khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memberikan komitmen bersama guna memajukan sub sektor perikanan budidaya di wilayah kerja masing masing. KKP akan sangat terbuka dan siap memfasiltasi upaya daerah dalam memajukan sub sektor ini,” pungkas Slamet.

Beri Penghargaan Atas Kinerja Terbaik

Dalam kesempatan Rakernis yang digelar di Kota Palembang tersebut, KKP juga memberikan penghargaan kepada Satker dan Pemda yang telah berkontribusi besar terhadap kemajuan pembangunan perikanan budidaya nasional.

Adapun kategori Satker Daerah berkinerja terbaik diberikan masing-masing untuk Satker Daerah berkinerja terbaik pertama kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat; terbaik kedua kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan dan terbaik ketiga kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Satkter Pusat berkinerja terbaik nasional, masing masing untuk terbaik pertama yakni Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, terbaik kedua Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan (LP2IL) Serang, dan terbaik ketiga yakni Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu.

KKP juga memberikan penghargaan terhadap dua Pemerintah Daerah yang berkomitmen dalam memajukan perikanan budidaya nasional. Keduanya yakni Kabupaten Musirawas dan Kabupaten Dharmasraya.

“Khusus untuk Kabupaten Musirawas dan Dharmasraya, kami sangat mengapresiasi atas komitmennya untuk menghibahkan lahan bagi Pemerintah Pusat guna pembangunan broodstock center. Tentunya ke depan keberadaan broodstock center ini diharapkan akan mampu mensuplai kebutuhan induk dan benih bermutu secara nasional,” kata Slamet.

Sebagaimana diketahui, KKP tengah membangun dua unit broodstock center di Musirawas dan Dharmasraya. Keberadaan broodstock center ini nantinya akan mensuplai kebutuhan induk dan benih bermutu baik untuk wilayah Sumatera maupun secara nasional.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan launching inovasi teknologi tepat guna yakni budidaya cacing sutera sistem apartment. Sistem ini merupakan hasil perekayasaan BBPBAT Sukabumi dan memiliki keunggulan di antaranya penggunaan lahan lebih efisien, mampu menyediakan suplai cacing sutera sepanjang tahun dan kualitas cacing sutera yang lebih baik. (Tyo)