Fadel Muhammad: Pemerintah Harus Lebih Banyak Promosi

0
260

Nama Fadel Muhammad Al-Haddar tidak bisa dilepaskan dari Gorontalo. Pria kelahiran Kota Ternate, Maluku Utara ini pernah dielu-elukan sebagai sosok yang berjasa mengembangkan Gorontalo.

Pada tahun 2006, Fadel pernah tercatat sebagai orang yang memperoleh 81 persen suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Gorontalo. Jumlah tertinggi di Indonesia saat itu untuk pemilihan gubernur.

Dalam karirnya di dunia politik dan pemerintahan, Fadel pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Saat ini Fadel menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) dari unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Di tengah-tengah kesibukannya, ternyata ia masih memberi perhatian pada perkembangan Gorontalo, khususnya di sektor pariwisata bahari.

Tim Samudranesia menemui Fadel di ruang kerjanya di Gedung MPR/DPR. Berikut petikan wawancaranya;

Di tengah kesibukan sebagai Wakil ketua MPR, apakah Anda masih menjalankan hobi menyelam di laut?

Sesibuk apapun saya usahakan dalam satu bulan minimal dua kali menyelam. Karena saya sangat menyukai aktivitas menikmati pemandangan bawah laut ini.

Tempat menyelam paling favorit?

Saya sudah menyelam mulai dari sekitar Sumatra hingga Banda. Yang terbaik menurut saya adalah titik-titik selam di sekitar perairan Sulawesi.  Saya pernah membaca literature dari seorang ahli biologi laut bahwa lokasi-lokasi perairan di sekitar garis Khatulistiwa memiliki keanekaragaman hayati yang unik dan beragam.

Titik-titik selam di Teluk Tomini dan Gorontalo, sejauh ini merupakan lokasi penyelaman favorit saya. Di Teluk Tomini, misalnya, kita bisa menyaksikan gunung berapi bawah laut. Apalagi visibility di lokasi selam ini sangat baik. Saya pernah mengajak tokoh-tokoh penyelam ke lokasi ini dan semua sepakat ini adalah lokasi penyelaman terbaik.

Apa kekurangan atau kendala dari titik-titik selam di lokasi favorit Anda?

Infrastruktur yang belum memadai. Beberapa kali saya mendatangi lokasi tersebut sampai harus menggunakan helikopter karena memang belum ada akses memadai untuk menuju lokasi tersebut. Pun demikian di sekitar lokasi saat ini sepertinya sudah banyak akomodasi-akomodasi wisata, seperti penginapan dan hotel.

Pembangunan infrastruktur untuk sektor pariwisata umumnya dan wisata menyelam khususnya memang belum terlaksana dengan baik. Padahal sebagai negara kepulauan, Indonesia banyak memiliki lokasi yang berpotensi untuk dikembangkan. Apa saran Anda?

Dalam rangka menggenjot pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata khususnya wisata selam, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah. Pertama, pemerintah harus lebih banyak melakukan promosi khusus industri wisata bahari dengan potensi-potensi yang ada. Menurut saya, faktor promosi ini masih belum maksimal dilakukan pemerintah.

Kedua, pemerintah harus membangun infrastruktur pendukung untuk memudahkan wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata bahari.

Ketiga, menggencarkan event-event olah raga laut, seperti event menyelam. Ini semangat yang harus didorong untuk memajukan industri pariwisata bahari Indonesia.

Banyak yang bilang jika wisata selam yang masuk dalam kategori wisata minat khusus ini tergolong mahal, sehingga sulit sekali dikembangkan. Apakah Anda setuju?

Menurut saya semakin bagus pemandangan alam dari lokasi wisata yang kita nikmati maka wajar jika semakin tinggi biaya yang harus kita keluarkan. Begitu pun dengan wisata selam ini. Jika memang orang ingin sekali menikmatinya, berapapun yang biayanya mereka rela mengeluarkannya.

Di sektor wisata bahari ini ada kelas-kelasnya. Destinasi-destinasi seperti Raja Ampat atau Labuan Bajo tergolong kelas tinggi, karena ongkos perjalanannya cukup mahal, tapi tetap saja banyak dikunjungi wisatawan.

Pemerintah saat ini sedang gencar menjadikan pariwisata bahari sebagai salah satu roda penggerak perekonomian negara. Apakah yang sudah dilakukan pemerintah ini sudah tepat?

Saya sudah berulang kali sampaikan ke  Presiden Joko Widodo bahwa faktor terpenting dari kemajuan industri pariwisata bahari adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai dan juga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang sadar wisata.

Faktor-faktor ini saya sampaikan harus menjadi prioritas dalam pengembangan industri pariwisata bahari Indonesia. Jadi tak hanya membangun secara fisik tapi juga meningkatkan kapasitas SDM.

Menurut pandangan Anda, sudah berapa persen potensi wisata bahari Indonesia yang sudah dikembangkan?

Baru sebesar 25 persen saja karena masih banyak destinasi-destinasi wisata bahari di negara kita yang belum dieksplorasi bahkan diketahui oleh masyarakat Indonesia juga wisatawan asing. Ini menjadi tugas pemerintah untuk mempromosikannya.