Ekspor Benih Lobster Dibuka, Pemerintah Butuh Uang ‘Fresh’

0
756
Foto: Benih Lobster. Dok KKP

Jakarta (Samudranesia) – Keluarnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan di Wilayah Negara Republik Indonesia menjadi buah hangat dari para pelaku usaha lobster nasional. Peraturan yang menjadi legitimasi dibukan keran ekspor benih lobster itu juga menyertai perusahaan yang mendapat izin ekspor di dalam aturan turunannya.

Sebagian menyambut gembira atas keluarnya Permen tersebut dan sebagian lagi mempertanyakan kebijakan KKP itu yang dianggap memiliki kesan terburu-buru.

Menanggapi hal itu, Deputi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi Safri Burhanuddin menilai bahwa keluarnya Permen ini untuk mendapatkan dana cash yang cepat.

“Kalau saya melihat keluarnya Permen KP 12/2020 ini kita butuh uang fresh dalam pandemi Covid-19 ini, saya melihat gambarannya begitu. Permen ini sudah berjalan dan tugas kami memonitor,” ujar Safri kepada awak media melalui webinar, Minggu (31/5).

Baca Juga:

Pengawasan Ekspor Benih Lobster, Aparat Bisa Tangkap Nelayan yang tak Terdaftar

Edhy Prabowo: Ekspor Benih Lobster Justru Untuk Keberlanjutan

DPP KNPI: Ekspor Benih Lobster Sejahterakan Nelayan

Sedangkan dalam peraturan sebelumnya yang melarang ekspor benih lobster, namun pada kenyataannya di lapangan marak penyelundupan atau perdagangan ilegal. Sehingga keuntungan miliaran rupiah itu tidak masuk ke kas negara.

Safri melihat bahwa Permen ini sudah mencakup keseimbangan antara ekspor benih dan budidaya serta keberlanjutan. Batasan jumlah yang bisa diekspor dan dari titik mana saja juga sudah diatur dalam Permen ini.

“Kita diizinkan ekspor tapi dikunci di tiga titik. Jakarta, Surabaya dan Makassar,” jelasnya.

“Untuk budidaya dari benih menjadi besar butuh waktu 1-2 tahunan. Dan itu kita membutuhkan dana cash, kalau ini berjalan tahun depan kita akan menghadapi pasar regional dan global,” ungkapnya.

Dengan kata lain, Safri yakin jika Permen ini berjalan baik, ke depan Indonesia akan menjadi pemain lobster dunia yang unggul. Sedangkan selama ini, Indonesia masih berada di bawah Vietnam.

Terkait penetapan 9 perusahaan pengekspor benih lobster, Safri meyakini bahwa keputusan itu juga sudah melalui kajian yang matang dari KKP.

“Akta perusahaan-perusahaan ini juga tidak baru muncul, ini sudah ada kajiannya,” tegas Safri.

Informasi yang dilansir dari Kompas, kesembilan perusahaan yang mendapat kuota izin ekspor benih bening lobster itu di antaranya PT Samudera Bahari Sukses (Jakarta Barat), PT Indotama Putra Wahana (Jakarta Timur), PT Natura Prima Kultur (Jakarta Barat), PT Royal Samudera Nusantara (Tangsel), PT Tania Asia Marina (Kab. Pandeglang, Banten), PT Grahafoods Indo Pasifik (Kab. Berau, Kaltim), CV Setia Wildata (Kabupaten Buleleng, Bali), PT Aquatic Salautan Rejeki (Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara) dan PT Bahtera Damai Internasional (Tangerang Selatan). (Tyo)