DPP KNTI Berterima Kasih kepada PBNU Soal Pandangan Ekspor Benih Lobster

0
241
Sekjen DPP KNTI Iing Rohimin

Jakarta (Samudranesia) – Keluarnya hasil kajian Bahtsul Masail LBM PBNU yang menolak ekspor benih bening lobster (BBL) yang berlebihan mendapat apresiasi dari banyak kalanyan.

Salah satunya DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), yang sangat setuju dengan hasil kajian tersebut demi keberlangsungan sumber daya alam.

“Terkait dengan hasil kajian Bahtsul Masail LBM PBNU tentang Kebijakan Ekspor Benih Lobster, DPP KNTI mengapresiasi hasil kajian tersebut karena mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan keberlangsungan kekayaan hayati bangsa Indonesia,” ujar Sekjen DPP KNTI Iing Rohimin dalam keterangannya, Sabtu (8/8).

Iing menambahkan sebagai bangsa yang beragama peranan ulama sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para ulama telah mengambil dasar dari Ketetapan Allah Swt di Al Quran dan Hadis untuk disesuaikan dengan kebijakan dari negara.

“Kita sebagai bangsa yang memiliki Pancasila sebagai dasar bernegara dan berkehidupan tentu tidak dapat dilepaskan dari norma-norma agama, karenanya DPP KNTI berterima kasih kepada PBNU yang sudah memberikan argumentasinya terkait dengan Kebijakan Ekspor Benih Lobster berdasarkan tinjauan agama,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan ini telah banyak menibulkan polemik sehingga dirasa lebih banyak mudharat ketimbang manfaat. Maka dari itu KNTI mengimbau kepada KKP untuk mendengarkan saran dan nasihat dari ulama.

“Mengingat Kebijakan Ekspor Benih Lobster menghadirkan banyak polemik serta penolakan dari akademisi ataupun pemerhati/ahli ekonomi dan perikanan bahkan dari kalangan kyai, maka DPP KNTI mendesak KKP untuk segera menghentikan ekspor benih lobster dan merevisi Permen KP tengang kebijakan Ekspor Benih Lobster berdasarkan kajian LBM PBNU tersebut,” pungkasnya. (Tyo)