Disinyalir Perusahaan Binaannya Masuk Daftar Pengekspor Benih Lobster, Kenapa Susi Masih Berkicau?

0
9730
Menteri Susi sedang mengambil benih lobster untuk dilepasliarkan di Bali.

Jakarta (Samudranesia) – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merespons kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini terkait penunjukan 9 perusahaan pengekspor benih lobster. Dalam akun twitter pribadinya, Susi mempertanyakan mengapa 9 perusahaan ini mendapat keistimewaan dari pemerintah.

Kebijakan yang hanya mementingkan 9 PERUSAHAAN. Keberlanjutan diberikan kepada 9 perusahaan. Masa depan bangsa?” tegas Susi melalui akun Twitter-nya @susipudjiastuti, Kamis (28/5) lalu.

Ia pun mempertanyakan hal ini kepada Presiden Jokowi. Dirinya seolah tak percaya presiden beserta jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan mengizinkan hal tersebut. 

Kenapa bapak presiden @jokowi @djpt_kkp @DitPSDI @suhanaipb melakukan hal seperti ini???? Kenapa????” tanya Susi. 

Sebagaimana diinformasikan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat ini telah mengeluarkan Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan di Wilayah Negara Republik Indonesia. Dalam Permen ini ekspor benih bening lobster ke luar negeri telah diperbolehkan.

Kemudian peraturan teknis lebih lanjut dijelaskan melalui Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No.48/Kep-DJPT/2020 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Benih Bening Lobster (Puerulus) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No.51/Kep-DJPT/2020 tentang Kuota Penangkapan Benih Bening Lobster (Puerulus) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Susi berkeyakinan bahwa kebijakan ini akan merusak keberlanjutan lobster di Indonesia dan hanya menguntungkan kesembilan perusahaan tersebut.

“Apa keistimewaan hak sembilan perusahaan mengambil keberlanjutan sebuah sumber daya laut yang dijadikan misi pemerintah 2014 -2019. Laut masa depan bangsa!” tanya Susi lagi.

Siapa mereka? Kenapa mereka terpilih untuk bisa dapat privilese? Kok bisa????????????!!!!!!!!!!!!!” tulisnya. 

Kicauan Susi di akun twitter pribadinya itu sontak membuat heboh para netizen. Utamanya mereka yang berkecimpung di usaha hulu hilir lobster (termasuk benih bening lobster) sejak lama.

Informasi yang dilansir dari Kompas, kesembilan perusahaan yang mendapat kuota izin ekspor benih bening lobster itu di antaranya PT Samudera Bahari Sukses (Jakarta Barat), PT Indotama Putra Wahana (Jakarta Timur), PT Natura Prima Kultur (Jakarta Barat), PT Royal Samudera Nusantara (Tangsel), PT Tania Asia Marina (Kab. Pandeglang, Banten), PT Grahafoods Indo Pasifik (Kab. Berau, Kaltim), CV Setia Wildata (Kabupaten Buleleng, Bali), PT Aquatic Salautan Rejeki (Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara) dan PT Bahtera Damai Internasional (Tangerang Selatan).

Berdasarkan penuturan yang disampaikan oleh nelayan lobster di daerah Banten kepada Samudranesia beberapa waktu lalu, PT Royal Samudera Nusantara yang berdomisili di Tangerang Selatan, Banten merupakan perusahaan yang dikelola oleh orang-orang dekat Susi.

“PT Royal orang-orangnya Bu Susi. Mereka juga nawarin ke pengepul buat jual barang ke mereka,” kata salah seorang nelayan lobster di Banten.

Jika informasi itu benar, maka diduga Susi berada di balik perusahaan yang mendapat izin dari KKP tersebut.

Namun pertanyaannya kenapa Susi masih berkicau di akun twitter-nya? Mungkin sosok mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu ingin tetap dikenal publik sebagai pejuang keberlanjutan lobster dan penolak ekspor benih bening lobster.

Kendati demikian genderang ekspor benih bening lobster telah dibuka, Permen KP keluaran Edhy Prabowo disambut gegap gempita oleh seluruh nelayan lobster di Indonesia. Tak perlu lagi ada ketakutan diciduk aparat saat memperjualbelikan benih bening lobster selama mengantongi izin.

Yang pasti keberlanjutan dan ekonomi tetap berjalan lurus selama pengawasan berdasarkan Permen KP beserta aturan turunannya berjalan baik. (Tyo)