Diplomasi Menhan Tunjukan Sikap Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia

0
134
Menhan Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja ke India.

Jakarta (Samudranesia) – Bebas dan aktif merupakan platform politik luar negeri Indonesia sejak awal berdirinya yang sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945 dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia. Melihat konstelasi dunia yang semakin menghangat, terjadi pertempuran urat saraf antara Amerika Serikat dengan China, maka peran Indonesia dalam meredakan ketegangan itu sangat penting.

Terkiat hal tersebut, beberapa waktu lalu Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Pertahanan AS, Dr. Mark T. Esper di Pentagon, Washington, D.C., Amerika Serikat. Kehadiran Menhan RI Prabowo Subianto untuk memenuhi undangan Menteri Pertahanan AS, Dr. Mark T. Esper di Pentagon.

Kedua Menhan membahas keamanan regional, prioritas pertahanan bilateral, dan akuisisi pertahanan. Menhan Prabowo menyatakan pentingnya keterlibatan militer di semua tingkatan, dan menyampaikan apresiasinya atas dukungan Amerika Serikat untuk modernisasi pertahanan Indonesia. Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerjasama kegiatan militer antar kedua negara dan kerja sama keamanan maritim.

Upaya Menhan tersebut mendapat respons yang luar biasa dari berbagai kalangan di dalam negeri. Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati berpendapat bahwa kunjungan kerja Menhan Prabowo ke Amerika Serikat ini sebagai bagian dari diplomasi pertahanan untuk mempertahankan hubungan bilateral kedua negara seperti layaknya telah dilakukan oleh para Menhan sebelumnya.

“Kunjungan kerja tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk mencari dukungan negara lain dalam proses Pemilu karena Indonesia merupakan negara demokratis yang berdaulat. Sejak awal kemerdekaan Indonesia tahun 1945 Pemerintah Amerika Serikat sangat menghormati kedaulatan Indonesia,” ungkap Nuning biasa disapa dalam keterangannya kepada redaksi, Selasa (27/10).

Mantan Anggota Komisi I DPR itu menilai sikap politik resmi pemerintah Amerika Serikat dalam menerima kunjungan kerja Menhan Prabowo merupakan sinyal politik yang kuat dari pemerintah Negeri Paman Sam itu kepada peran Indonesia. Mereka juga menilai proses demokratisasi di Indonesia tanpa intervensi dari pihak-pihak tertentu yang memiliki niat kurang baik dengan mengusung isu-isu pelanggaran HAM.

“Indonesia menganut politik luar negeri Bebas-Aktif. Indonesia bebas menjalin hubungan dengan Amerika Serikat dan China sekaligus secara berimbang tanpa ada tekanan apapun. Setelah kunjungan kerja Menhan Prabowo ke China beberapa waktu yang lalu, maka kunjungan kerja Menhan Prabowo ke Amerika Serikat justru menunjukkan diplomasi yang aktif dan bahkan komprehensif,” jelasnya.

Banyak kalangan dari dalam negeri dan luar negeri baik kalangan akademisi maupun politisi menilai kinerja Menhan Prabowo setahun ini cukup baik sesuai dengan tugasnya membantu Presiden Joko Widodo di bidang pertahanan negara.

“Kunjungan kerja Menhan Prabowo ke Amerika Serikat sudah pasti seijin Presiden Joko Widodo dalam memastikan bentuk hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat yang lebih baik. Banyak persoalan dunia yang selama ini dapat diselesaikan dengan kontribusi hasil hubungan baik Indonesia dan Amerika Serikat,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam rangka menjalankan diplomasi pertahanan, Menhan Prabowo juga telah melakukan lawatan ke berbagai negara seperti Turki, Prancis, Rusia, China, India, Malaysia dan lainnya. (Tyo)