Dikagumi di Banyak Negara, Sosok Bung Karno Jadi Kebanggaan Nasional

0
52

Foto: Bung Karno saat melakukan lawatan ke luar neegri tahun 1959/Istimewa

Jakarta (Samudranesia) – Kharismatik dan jasa-jasa besar Bung Karno bukan saja dikenal di Indonesia melainkan di seantero dunia, khususnya negara-negara Afrika yang dahulu pernah dibantu dalam memperoleh kemerdekaannya melalui Konferensi Asia Afrika.

Terkait hal itu, Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Madya Amarulla Octavian menyatakan bahwa Bung Karno begitu dikagumi rakyat di negara-negara Afrika Utara. Octavian mengaku sempat melihat foto-foto Bung Karno dipajang di rumah beberapa rakyat di sana.

“Masih banyak rakyat di Afrika Utara yang memajang foto Bung Karno. Ini kebanggaan nasional. Presiden Indonesia bersemayam di hati banyak rakyat di Afrika,” kata Octavian dalam diskusi daring yang digelar DPP GMNI bertajuk “Bung Karno dan Geopolitik Asia Pasifik: Menakar Dinamika Laut China Selatan” di Jakarta, Jumat (26/6/2020) lalu.

Menurut Octavian, Soekarno yang juga Proklamator Kemerdekaan Indonesia memiliki kemampuan diplomasi tinggi saat mempertahankan kemerdekaan. Hal itu terlihat saat Indonesia dengan politik luar negeri bebas aktifnya memiliki hubungan baik dengan seluruh kepala negara, termasuk di negara-negara yang tengah bertikai kala itu.  

“Di antara para pemimpin dunia, Bung Karno termasuk pemimpin kharismatik yang mahir menjalin hubungan baik dengan para kepala negara,” ungkap Octavian.

Baca Juga:

30 September 1960, Pidato Bung Karno Mengguncang Dunia di PBB

Mengenang Sang Nakhoda Agung NKRI

Benarkah Panji Majapahit Jadi Inspirasi Bendera Malaysia?

Lebih lanjut, lulusan AAL tahun 1988 ini menilai Bung Karno sangat memahami peta politik dunia. Selain itu, Bung Karno yang merupakan murid HOS Tjokroaminoto itu juga mampu mengomunikasikan gagasan-gagasan besarnya kepada para pemimpin dunia.

Sambung Octavian, interaksi diplomatik ini sangat penting untuk memahami geopolitik dunia pada perang dingin.

“Strategi diplomasi Soekarno tentu saja berdampak signifikan bagi marwah Indonesia dalam peta politik internasional,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Mantan Danseskoal ini juga bicara mengenai politik Marhaen. Suatu konsep politik yang bersifat orisinil sebagai gagasan atau paham Bung Karno dalam melawan kolonialisme dan imperialisme.

 “Kalau misalnya dari buku sejarah yang ada, maka kita lihat Marhaen ini intinya bangkit dari kemelarataan, menjadi bangsa yang hebat dengan berdayakan apa yang kita miliki, tidak bergantung pada dunia luar,” tandas Octavian. (Tyo)