Di Universitas Moestopo, Edhy Tantang Mahasiswa untuk Budidaya Ikan

0
90
Menteri Edhy Prabowo

Jakarta (Samudranesia) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menyampaikan keseriusannya dalam mengembangkan sektor budidaya perikanan Indonesia, di hadapan ratusan mahasiswa pasca-sarjana Universitas Moestopo di Jakarta, Sabtu (7/3/2020). Dia bahkan menantang mahasiswa untuk terjun ke sektor ini.

“Tugas saya menjadi Menteri KKP itu ada dua. Pertama membangun komunikasi kepada masyarakat perikanan, dan yang kedua membangun aquaculture (budidaya),” ujar Menteri Edhy.

Untuk mendorong berkembangnya sektor budidaya perikanan di Indonesia, lanjut Edhy, perizinan dipermudah. Dia yakin, kemudahan izin akan meningkatkan semangat masyarakat maupun pelaku usaha dalam menggeluti sektor ini.

Ditambah lagi, KKP melakukan inovasi-inovasi untuk memenuhi kebutuhan bibit dan pakan agar proses budidaya perikanan dapat berjalan maksimal.

“Yang jelas, nelayan, pembudidaya kecil, perorangan, pelaku usaha tidak akan dipersulit izinnya. Jadi, saya tantang temen-temen semua untuk bisa masuk ke sektor ini. Tidak perlu yang besar-besar, yang penting niat awal dulu deh,” ajak Edhy.

Alasan pemerintah fokus mengembangkan sektor budidaya perikanan karena potensi yang dimiliki masih sangat besar. Sejauh ini, baru 10 persen yang tergarap dan itupun belum berjalan maksimal.

Edhy optimistis, sektor budidaya akan menyumbang pertumbuhan ekonomi dan menyerap lapangan kerja. Meski mendorong masyarakat terjun ke sektor ini, Edhy memastikan, pengawasan dilakukan agar lingkungan tetap terjaga.

“Tidak mungkin kita mengejar pertumbuhan ekonomi tapi mengabaikan keberlanjutan. Tidak mungkin juga kita takut terhadap kerusakan alam, tapi ekonomi tidak jalan. Ini harus seimbang, antara keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi,” urainya.

Selain soal budidaya, Menteri Edhy menyampaikan kondisi terkini sektor perikanan tangkap. Di antaranya, KKP sedang mengevaluasi sejumlah aturan karena dinilai menyulitkan nelayan dan pelaku usaha.

Kemudian tentang aplikasi Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (SILAT) dibawah pengawasan Dirjen Perikanan Tangkap (DJPT). Dengan adanya SILAT, proses izin kapal di atas 30 GT menjadi lebih mudah dan cepat. Dari yang tadinya 14 hari, menjadi satu jam saja.

“Benar masih perlu ada perbaikan (untuk SILAT). Tapi satu langkah ini sudah, membuat percepatan ekonomi. Izin menjadi lebih mudah dan cepat,” terangnya.

Kehadiran Menteri Edhy di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) untuk menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertemakan Menata Kebangkitan Indonesia Sebagai Negara Maritim. Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa pasca-sarjana kampus tersebut. (Rei)