Dari Ngada, Kopi Bajawa Itu Ada

0
82
Dok.1001indonesia.net

Bajawa (Samudranesia) – Aromanya nutty banget, ya, mirip-mirip bau kacang-kacangan. Plus, aroma tembakau pada after taste-nya. Unik kan? Lantas, ukuran biji kopinya juga agak besar. Teksturnya kental dengan keasaman sedang. Makanya, pas juga diminum mereka yang menderita asam lambung. Pokoknya, kalau nyeruput kopi ini, pasti bikin happy. Sensasi itulah yang akan dirasakan, jika kopi Bajawa yang menjadi minuman pilihan.

Gak aneh, kalau kopi Bajawa banyak diburu para penggemar kopi. Karena kualitasnya yang memang sensasional. Dan, bukan cuma penggila kopi lokal, tapi juga multinasional. Gaungnya bukan cuma meluas di daratan Amerika, tapi kopi berjenis arabika ini juga laku keras di daratan benua biru, Eropa, serta banyak lagi.

Kopi Bajawa menjadi begitu berkelas, tentu tak lepas dari peran masyarakat Bajawa. Sebuah kota kecil yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sinilah lokasi perkebunan kopi Bajawa. Di dataran tinggi Ngada, di atas ketinggian antara 1.000 hingga 1.550 mdpl. Dan, lewat tangan dingin masyarakatnya proses budidaya kopi ini menuai hasil yang membanggakan.

Iklim dan curah hujan di kawasan ini berkisar 2.500 mm per tahun. Kondisi ini tentu membuat dataran tinggi Ngada sangat ideal untuk perkebunan kopi Bajawa. Tambahan lagi kawasan ini memang dikenal sangat subur dan alami. Karena, pada umumnya daratan di pulau ini mengandung tanah abu gunung berapi atau andosol yang terkenal sangat subur. Sehingga, lahannya sangat cocok untuk perkebunan kopi.

Tak heran, jika saat ini kopi Bajawa masuk ke dalam jajaran kopi terbaik di seantero Nusantara, bahkan dunia. Sebagai salah satu unggulan, tentunya kopi yang satu ini memiliki keistimewaan. Keistimewaan yang pastinya hanya dimiliki kopi Bajawa, dan sulit ditemukan pada jenis kopi lain di mana pun.

Setidaknya ada tiga kelebihan kopi Bajawa yang membuatnya jadi begitu istimewa. Yang pertama, proses budidaya kopi ini dilakukan secara organik. Artinya, pohon kopi Bajawa ditanam tanpa menggunakan pupuk pestisida, melainkan pupuk alam.

Lalu yang kedua, dampak positif dari penanaman dengan mengandalkan pupuk alam adalah aromanya yang menjadi begitu kuat, khas dan harum. Gak berlebihan, rasanya kalau kopi Bajawa menjadi minuman prestisius yang begitu menggoda. Dan terakhir – sekali lagi – keasaman kopi ini terbilang sedang, makanya sangat aman buat penderita asam lambung