Buku ‘Alor: The Pearl of The East’ akan Diluncurkan 14 Februari 2020

0
427
Keindahan Pulau Alor.

Jakarta (Samudranesia) – Keindahan Pulau Alor yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah terdengar ke segala pelosok penjuru tanah air bahkan dunia. Namun tidak lengkap jika belum ditulis secara komprehensif dalam sebuah buku.

Pada 14 Februai 2020 mendatang, buku berjudul ‘Alor: The Pearl of The East’ yang ditulis oleh mantan penyiar TVRI dan BBC London Hasan Asy’ary Oramahi akan diluncurkan. Sebagai wartawan senior, kapasitas Hasan Asy’ary Oramahi tidak diragukan lagi.

Dengan gaya bahasanya yang khas, buku ini dapat diterima oleh semua kalangan, terutama yang memiliki hobi traveling. Buku yang diedit oleh Adharta Ongkosaputra itu diterbitkan Yayasan Adharta. Sebagai praktisi maritim, Adharta juga memiliki perhatian khusus terhadap pembangunan daerah dan pariwisata bahari.

Penulis buku Hasan Asy’ary Oramahi dan Editor Adharta Ongkosaputra

Kepada Samudranesia, Adharta menuturkan buku ini menceritakan tentang seluk beluk Pulau Alor sebagai mutiara terpendam dari timur Indonesia. Mulai dari sejarah hingga destinasi wisata yang menarik di Pulau Alor.

Di antaranya ada Pantai Tiga Warna, terumbu karang yang indah di dunia, serta festival lumba-lumba dan paus yang banyak digandrungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tak hanya itu, ternyata Pulau Alor juga memiliki kesuburan tanah yang menghasilkan berbagai komoditas yang mendunia. Sebut saja asam, vanilla, kemiri, mangga, kelapa, jeruk, dan hasil bumi lainnya.

Persoalan-persoalan terkait pembangunan daerah juga diulas dalam buku ini, utamanya infrastruktur yang menunjang pariwisata Pulau Alor. Buku dengan tebal 400 halaman ini juga dilengkapi dengan berbagai foto berwarna tentang keindahan Pulau Alor.

Adapun dipilihnya tanggal 14 Februari 2020 sebagai hari peluncuran buku, Adharta mengemukakan bahwa selain Hari Valentine (Kasih Sayang Sedunia), hari itu juga untuk menghormati Hari Alor.

Buku ini pun akan mendapat terstimoni dari Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubadio, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Bupati Alor serta mantan Menteri Pariwisata. (Tyo)