Bukan Cuma Kopi Gayo, Kopi Indonesia yang Berkelas Dunia

0
60
Dok. IndonesiaSatu.co

Jakarta (Samudranesia) – Minum kopi tak bisa dipungkiri masih menjadi aktivitas rutin bagi kebanyakan masyarakat di Indonesia. Bahkan, tak sedikit pula masyarakat yang menjadikan kopi sebagai bagian dari life style. Bukan cuma pada saat nyantai di pagi, siang maupun malam hari, tapi di kesempatan resmi pun kopi nyaris tak pernah ketinggalan.

Masuk akal, kalau tingkat kebutuhan kopi di negeri ini kemudian menjadi sangat tinggi. Sebab faktanya, nyeruput kopi memang masih menjadi kegiatan favorit sebagian besar masyarakat. Buat mereka, ada semacam slogan, belum afdol, kalau nyantainyantai tanpa ditemani secangkir kopi. Begitu juga, di saat-saat acara resmi, kopi selalu ada.

Untungnya soal kopi, Indonesia gak ada masalah. Negeri ini boleh dibilang “banjir” akan kopi. Asal tahu saja, Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar keempat di dunia, setelah Brazil, Kolumbia, dan Vietnam. Hebatnya lagi, mau cari jenis kopi aja ada di sini. Mau robusta banyak, apalagi arabika. Bukan cuma itu. Kualitasnya pun gak main-main, levelan dunia. Tak heran, kalau kopi dari Indonesia benar-benar tersohor di mancanegara.

So, selain kopi Gayo yang pernah dimuat Samudranesia beberapa waktu lalu, Indonesia masih menyimpan sejumlah kopi lokal berkelas internasional. Satu di antaranya yang cukup sensasional adalah kopi luwak. Bukan rahasia lagi, kopi ini merupakan hasil fermentasi dalam perut luwak. Dari proses itu muncul kopi luwak dengan kualitas yang luar biasa dengan cita rasa khas. Karena kekhasannya, kopi luwak menjadi sangat digemari oleh para penggila minuman ini. Tak aneh, kalau harga kopi ini melambung tinggi. Untuk satu kilogram kopi luwak dipatok dengan harga rata-rata Rp 1,5 juta. Nah, mau tahu kopi berkualitas lainnya?

1. Kopi Kintamani

Kopi dari Pulau Dewata, Bali ini memiliki cita rasa dan aroma khas, fruity khususnya jeruk. Bisa begitu, bukan karena kopi ini dicampur dengan bahan kimia beraroma jeruk, melainkan karena pengaruh metode penanamannya. Kopi Kintamani ditanam di atas lahan yang berdekatan dengan tanaman jeruk. Karenanya, kopi yang ditanam di atas ketinggian 900 m ini memiliki cita rasa khas yang tak mungkin ditemukan pada jenis kopi lain.

Bukan cuma itu. Kopi Kintamani pun masih memiliki ciri khas lain. Biji kopinya cukup besar. Sementara rasanya terbilang cukup ringan atau tidak sekuat rasa kopi kebanyakan. Tak heran, jika kopi ini cukup banyak penggemarnya. Dan, karena kualitasnya harga kopi Kintamani dipatok antara Rp 200.000,- sampai Rp 300.000,- per kilogram.

2. Kopi Java

Selain dari jenis robusta, kopi java atau jawa berasal dari jenis arabika. Untuk jenis arabika, banyak dikembangkan di Jawa Tengah, dan robusta lebih dominan di Jawa Timur. Dari kedua jenis ini kemudian tercipta sejumlah varian kopi jawa yang lumayan banyak. Soal rasa, pastinya gak perlu diragukan lagi. Aromanya khas, mirip-mirip teh, keasamannya sedang, plus agak sedikit kental. Dan, dari sekian banyak, ada beberapa varian yang cukup digemari oleh para penggila kopi. Yakni, Jampit, Belawan dan Kayu Mas, harganya per kilogram Rp 200.000,- hingga Rp 300.000,-

3. Kopi Bajawa

Kopi yang berasal dari dataran tinggi Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga masuk dalam deretan kopi terbaik Indonesia. Lokasi perkebunannya berada di ketinggian 1000 hingga 1550 mdpl. Kopi Bajawa punya tekstur kental. Meski begitu, rasanya tidak terlalu pahit, serta dengan tingkat keasaman rendah. Makanya, sangat aman dikonsumsi oleh penderita asam lambung. Hebatnya lagi, sensasi rasa kopi Bajawa sangat beragam. Selain karamel dan vanila, tersedia pula rasa cokelat. Harganya, berkisar antara Rp 200.000,- Rp 400.000,- per kilogram.

4. Kopi Toraja

Yang juga masuk dalam deretan kopi terbaik Indonesia, tentu saja kopi Toraja. Kopi yang banyak dibudidayakan di Tana Toraja ini gaungnya boleh dibilang sudah mendunia. Perkebunannya berada di Pegunungan Sasean, pada ketinggian 1400 – 2100 mdpl. Tidak seperti bentuk kopi pada umumnya, warna kopi Toraja cokelat tua dengan bentuk biji tak beraturan. Karenanya, kopi sangat mudah dikenali. Ciri khas lainnya ada pada rasa dan aromanya. Rasa kopi Toraja fruity dan after-taste yang gak terlalu pahit. Lalu, aromanya sangat khas, harum dan nikmat. Pasalnya, kopi ini ditanam berdampingan dengan tanaman rempah. Untuk harga per kilogram kopi Toraja dibanderol Rp150,000 hingga Rp 450,000,-.