Beragam Infrastruktur Penunjang di Balik Eksotisme Karimunjawa

0
251
Destinasi wisata di Karimunjawa.

Karimunjawa (Samudranesia) – Kepulauan Karimunjawa yang terletak di utara Jawa Tengah merupakan destinasi wisata yang cukup eksotis. Kepulauan Karimunjawa memiliki 29 pulau yang hanya memiliki 5 pulau berpenghuni. Namun letak antara pulau satu dengan palau lainnya sangat berdekatan Karimunjawa menjadi tempat favorit bagi para penyelam, karena memiliki 240 jenis ikan dan 90 jenis terumbu karang.

Wisatawan yang tidak dapat menyelam pun dapat menikmati indahnya terumbu karang dengan menggunakan kapal yang dasarnya terbuat dari kaca. Kepulauan ini juga memiliki pantai yang tak kalah dengan pantai-pantai di Pulau Dewata.

Berbagai infrastruktur dan kemudahan akses menuju dan dari Karimunjawa sudah disiapkan matang oleh pemerintah guna mendukung kepulauan ini sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Pemerintah terus mengawal dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Karimunjawa sebagai salah satu KSPN, konteksnya sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas, dalam kewenangan koordinatif dari Badan Otorita Borobudur. Tim dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), dipimpin oleh Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air, Deputi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rahman Hidayat, pada 15-19 Oktober 2020 kembali mengadakan rangkaian peninjauan langsung ke lokasi.

“Kami menyadari masih banyak urusan yang belum tertangani atau belum bergerak atau dalam kata lain prosesnya masih lambat. Untuk kita ingat bersama bahwasanya Karimunjawa itu adalah bagian dari  PSN dalam konteks Destinasi Pariwisata Super Prioritas,” ujarnya saat diwawancarai di Bandara Dewadaru Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, pada 18 Oktober 2020.

Lebih lanjut, Kemenko Marves pun terus mendorong pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih Embung Legon Lele, dan juga pengembangan pelabuhan Legon Bajak yang telah lama terbangun, akan tetapi belum dapat beroperasi dikarenakan masih adanya terumbu karang yang masuk kawasan konservasi dan dikhawatirkan mengganggu alur pelayaran, serta turut mendorong pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Pelabuhan Legon Bajak

Menurut Asdep Rahman, khusus untuk Karimunjawa, komitmen Pemerintah sangat kuat. Terlebih menyangkut pembangunan dan pengembangan infrastruktur dan transportasi. Pemerintah, lanjut Asdep Rahman juga tetap menjaga Karimunjawa sebagai wilayah konservasi flora dan fauna apalagi dengan adanya Taman Nasional Karimunjawa, yang dianugerahi pesona keragaman ekosistem di perairan dan pulau-pulau kecil yang tersebar di kepulauan yang terletak di bagian utara Pulau Jawa tersebut.

“Semakin dikonservasi dan semakin dilestarikan, maka wajib mendatangkan daya tarik wisata serta manfaat bagi masyarakat setempat, dan ini adalah kata kuncinya,” tegasnya.

Adapun, menurut Asdep Rahman, demi menjaga keragaman hayati tersebut, rencananya Kemenko Marves yang berfungsi sebagai sinkronisator dan fasilitator untuk menyinergikan K/L terkait di bawah koordinasinya, akan mengembangkan konsep exclusive tourism atau pariwisata ekslusif, atau dengan kata lain tidak hanya prioritas kepada pariwisata massal atau mass tourism yang dikhawatirkan akan mengganggu kelestarian dan keragaman hayati di wilayah itu.

“Oleh karena Kepulauan Karimunjawa wilayahnya yang strategis di Jawa Tengah serta dengan jumlah pulau 27 buah, harus ada mengambil keuntungan yang lebih besar. Data menunjukkan sekitar 70-90 ribu wisatawan backpacker waktu sebelum pandemi, itupun tidak salah, sebab sisi positif backpacker mereka itu tinggal di rumah-rumah penduduk dan menguntungkan penduduk setempat pulau,” ungkapnya.

“Contohnya pulau terbesar Karimunjawa itu untuk backpacker tetapi pulau-pulau kecil yang mempunyai sisi eksotisme alam itu mungkin bisa juga untuk wisatawan eksklusif yang cenderung lebih peka terhadap kelestarian alam. Hal ini bisa juga selaras dengan konsep konservasi yang kita jaga,” jelas Asdep Rahman.

Kemudian, terkait kesiapan konektivitas, Asdep Rahman menuturkan, memang diakui masih ada kendala atau bottleneck. Namun disisi lain ada pula infrastruktur penunjang konektivitas yang menunjukkan progress.

“Kami pun ingin memastikan konektivitas terus on the track, jadi yang sudah ada seperti bantuan kapal dari Kementerian Perhubungan yang ada dua kapal yaitu kapal Gandha Nusantara 04 dan 10 harus segera beroperasi, dan penugasannya harus jelas diberikan kepada stake holder terkait, jangan sampai salah penugasan, alhasil sampai hari ini kedua kapal tersebut tidak dapat dimanfaatkan,” jelasnya lagi.

“Kemudian, terkait konektivitas udara, Bandara Dewadaru juga sudah sangat siap, bahkan sekarang sedang dikembangkan runway nya dari awalnya 1400 meter, menjadi 1600 meter agar pesawat baling–baling sejenis ATR 72 bisa mendarat, bahkan apabila tidak ada pandemi, pada Februari 2020 silam, Bandara Dewadaru sudah merancang rute baru, semisal langsung dari Bandara A. Yani Semarang atau dari Jakarta Halim Perdana Kusumah Jakarta,” ujar Rahman didampingi Kepala Bandara Dewadaru Ariadi dan Kepala Kantor Unit Pelabuhan Kelas III Ansori.

Bahwa kawasan Taman Nasional Karimunjawa juga memiliki panorama pantai yang indah, terumbu karang dengan bunga karang yang berwarna-warni sebagai habitat ikan karang, bernilai estetika yang dapat dikembangkan sebagai obyek wisata bahari dan pemanfaatan pendidikan serta penyuluhan bagi generasi muda. Selain juga wisata kuliner lautnya, di antaranya lobster laut yang berukuran jumbo, yang pastinya sangat lezat dan mengundang selera siapapun yang berkunjung.

“Salah satu strategi pengembangan wisata alam di TN Karimunjawa adalah menetapkan ruang wisata alam yang dituju, yaitu wisata alam terbatas dan wisata alam intensif, yaitu Pulau  Karimunjawa, Pulau Kemujan dan Kawasan menyelam di kepulauan sekitarnya,” ujar Kepala Balai TN Karimunjawa Titi Sudaryanti. (Tyo)