Benih Lobster Hasil Sitaan Dilepaskan

0
315

Puluhan ribu benur lobster dilepasliarkan oleh Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur. Bentuk penegakan hukum perikanan.

Aksi lepasliar puluhan benur tersebut dilakukan di Teluk Popoh, Tulungagung dan dilakukan oleh jajaran Polres Tulungagung, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Dinas Perikanan, dan Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Pantai Popoh.”Aksi lepasliarkan barang bukti hasil sitaan ini dilakukan dengan tujuan konservasi,” kata Kanit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Tulungagung Iptu Ipung Herianto di Tulungagung.

Puluhan ribu benur tersebut, menurut Ipung, disita dari EY (55) salah satu pelaku penyelundupan yang merupakan warga Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. EY sampai saat ini masih  diburu dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Tulungagung.

Barang bukti ditemukan di rumah EY tanpa sengaja. Ketika itu Polda Metro Jaya sedang memburu Edy Susanto alias Ponchen, asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang kemudian diketahui bersembunyi di rumah EY. Buron Edy Susanto diduga bersembunyi di rumah EY di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat.

Pemerintah memang gencar melakukan penegakan hukum tentang penyelundupan benur lobster. Hal ini sesuai dengan Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan pasal 88. Dalam UU tersebut disebutkan bahwa  setiap pelaku yang dengan sengaja memasukan, mengeluarkan, mengadakan atau mengedarkan ikan yang dapat merugikan masyarakat di lingkungan pengelolaan perikanan Republik Indonesia (RI), sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat 1 akan diancam dengan hukuman pidana maksimal 6 tahun kurungan penjara dan denda sebanyak Rp1,5 miliar.

Redaksi