Bengawan Solo Terindikasi Tercemar Mikroplastik

0
593
Mahasiswa peneliti dari UIN Sunan Ampel mengambil sampel air di Sungai Bengawan Solo, Gresik (dok. pribadi)

Gresik (Samudranesia)- Kelompok peneliti mahasiswa yang berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menemukan bukti bahwa air Sungai Bengawan Solo yang melintas di Kabupaten Gresik diduga telah tercemar mikroplastik.

Menurut Rahmania, salah satu anggota penelitian, sampel air diambil dari Sungai Bengawan Solo yang melintas di Desa Masangan, Bungah, Legowo, Tanjungsari dan Ujungpangkah pada 14 Agustus lalu.

Setelah diteliti, sampel air sungai yang diambil secara acak dari beberapa tempat yang berbeda tersebut diketahui hampir semuanya telah tercemar mikroplastik.

Baca Juga: KKP Ajak Generasi Milenial Atasi Masalah Terumbu Karang

“Pada sampel air di Desa Masangan, kami menemukan 87 mikroplastik per 100 liter air. kemudian Desa Legowo ada 54 mikroplastik dalam 100 liter air, sedang Desa Bungah ada 57 mikro plastik dalam 100 liter air,” kata Rahmania, Selasa (24/8/2020).

Rahmania menjelaskan jika pencemaran air di sungai itu disebabkan beberapa faktor. Pertama adalah sistem layanan pengangkutan sampah Pemkab Gresik yang belum menjangkau secara maksimal di wilayah Masangan, Bungah, Tajungsari dan Ujungpangkah.

Faktor kedua banyak masyarakat yang masih belum memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai. “Karena itu banyak tumpukan sampah di pinggiran Sungai Bengawan Solo,” ucapnya.

Mikroplastik adalah potongan atau butiran plastik yang sangat kecil dan dapat mengancam kelestarian lingkungan. Adapun mikroplastik yang ditemukan di Sungai Bengawan Solo adalah mikroplastik berjenis fiber yang berasal dari serpihan tekstil. Senyawa ini sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh ikan sungai dan manusia.

“Ikan dan udang di Sungai Bengawan Solo kemungkinan besar terkontaminasi dengan senyawa ini. Jika ikan dan udang tersebut dikonsumsi manusia tentu akan berbahaya karena dapat mengganggu metabolisme, sistem pencernaan serta menurunkan imun” terang Ziadatur Rizqiyah, peneliti lainnya.

Bengawan Solo merupakan sungai terbesar di Pulau Jawa. Sungai ini mengalirkan air dari daerah aliran sungai (DAS) seluas ± 16,100 km2. Alirannya mulai dari Pegunungan Sewu di sebelah barat-selatan Surakarta, ke laut Jawa di utara Surabaya melalui alur sepanjang ± 600 km. (SAH/Kontributor Gresik)