Arung Jeram Paling Memacu Adrenalin di “Krueng” Peusangan

0
146
Dok.nawaciptapost.com

Takengon (Samudranesia) – Bisa dibayangkan, bagaimana sport jantungnya jika berada di atas perahu karet yang terguncang hebat, timbul tenggelam, dan terlempar ke sana – ke mari. Belum lagi perahu menghempas cadasnya bebatuan, juga terhadang jembatan rendah yang mengharuskan peserta tiarap, demi terhindar dari hantaman body jembatan. Suasana tegang yang benar-benar memacu adrenalin. Pastinya, sebuah pengalaman yang seru luar biasa, sekaligus mengasyikkan.

Suasana yang pastinya bikin happy, dan menantang ini adalah potret keseharian di Krueng Peusangan. Sungai berarus deras sepanjang 4,5 km yang membelah Kota Takengon, Aceh Tengah, Aceh dan menjadi ajang olahraga air arung jeram. Di lokasi ini bisa dibilang tempat “mangkalnya” para penggila olahraga yang terbilang ekstrem ini. Buat mereka, sungai dengan medan yang penuh tantangan ini seperti Sungai Peusangan jelas sangat menggoda. Masuk akal, jika arena arung jeram di sini nyaris tak pernah sepi.

Pokoknya, Krueng Peusangan sangat ideal buat komunitas arung jeram sejati yang suka tantangan. Bukan cuma itu lho, buat mereka yang baru mau coba-coba olahraga arung jeram alias pemula pun di sini tersedia. Asal tahu saja,  Krueng Peusangan menyediakan tiga paket. Ada Fung Rafting 01, paket ini untuk keluarga atau pemula. Fasilitasnya, selain perahu karet bermuatan 6 orang plus seorang pemandu atau skipper, juga disediakan life jacket, helm, dry bag, paddle.

Untuk grade ini menempuh jarak 4,5 km dengan waktu tempuh 30 – 45 menit. Dimulai dari Jembatan Lukup Badak Pegasing dan finish di Jembatan Sanehen. Biayanya, cukup murah hanya Rp 60.000,- per orang.

Yang lebih seru lagi adalah paket kedua, Moderate Trip “Brawang Mejin”. Arus yang harus dilalui untuk kategori ini masuk dalam grade 1 – 3 dengan start di daerah Uning, Paya Nahu atau Pendere dan berakhir di Lukup Badak. Dalam paket ini disediakan perahu bermuatan 6 orang di waktu musim hujan dan 4 orang di musim kemarau. Biayanya pun cukup bersahabat, untuk rute Uning – Lukup Badak (3 km) hanya Rp 100.000 per orang. Lalu, Paya Nahu – Lukup Badak (3,5 km) Rp 110.000 per orang, dan Pendere – Lukup Badak (4,2 km) Rp 120.000 per orang. Minimal harus 3 orang untuk setiap perahu.

Tak kalah serunya tentu saja paket ketiga, Moderate Trip “Gantung Langit”. Grade-nya 2 – 3+, dan bisa pula mencapai 4 melintasi alur sungai sejauh 2,5 km. Titik start pada kategori ini di Sagi Indah – Wih Bakong dan akan finish di Jembatan Gantung Langit. Peserta dikenakan biaya Rp 150.000 per orang dan minimal jumlah peserta tiga orang untuk setiap perahu.

Arung jeram menyusuri Sungai Peusangan di Takengon bisa dipastikan akan membawa siapapun ke alam petualangan yang sejati. Selain mampu menghadirkan kepuasan, tak bisa dipungkiri aktivitas ini pun bakal sangat meneduhkan. Bisa begitu, karena alam Takengon dan umumnya daerah Aceh Tengah memiliki pemandangan alam yang sangat eksotis. Plus, tentu saja berhawa sejuk, karena secara geografis ini merupakan daerah dataran tinggi. Jadi, sambil berarung jeram yang berkilo-kilometer jauhnya itu, peserta bisa menikmati cantiknya pemandangan alam yang sangat natural.

Pemandangan alam yang pastinya sangat menawan dan jauh dari kata bosan. Pasalnya, sepanjang aliran Sungai Peusangan yang berhulu di Danau Laut Tawar itu selalu menyuguhkan panorama yang terus berganti. Mulai dari areal persawahan, lalu berganti dengan kawasan perkebunan kopi, perkebunan palawija hingga kesempatan untuk melihat kincir dan sebagainya. Tertarik untuk merasakan sensasi arung jeram di Sungai Peusangan, Takengon? Gampang. Kota ini yang berjarak sekitar 300 km bisa ditempuh kurang-lebih 6 – 7 jam dari Banda Aceh, melalui Jalan Lintas Sumatera atau Jalan Medan – Banda Aceh. Dan, dari pusat Kota Takengon hanya berjarak sekitar 7,5 km ke lokasi, persisnya di Jembatan Lukup Badak.