Angkat Peran Bakamla, Laksma TNI Suradi Agung Slamet Raih Gelar Doktor di IPDN

0
481
Foto: Dok Letkol Bakamla Mardiono

Jakarta (Samudranesia) – Setelah berjuang dengan penuh kesabaran, akhirnya Laksma TNI Suradi Agung Slamet, S.T., S.Sos., M.M. sukses menyandang gelar Doktornya di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jakarta, Rabu (15/1/2020) lalu.

Lulusan AAL tahun 1989 ini mengupas eksistensi Bakamla dalam disertasinya. Dengan judul ‘Efektifitas Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dalam Melaksanakan Fungsi Penegakan Hukum Di Perairan Laut Indonesia’, Laksma Suradi berhasil mengurai benang merah penegakan hukum di laut yurisdiksi nasional.

“Kesuksesan dalam meraih gelar doktor itu harus menempuh S3, Sabar, Sholat, dan Sukses,” tutur suami dari Nanik Iswahyuningsih itu dalam sambutannya.

Ayah dari satu putra dan empat putri ini dinyatakan lulus dalam sidang terbuka yang dihadiri lebih dari seratus undangan dari berbagai kalangan. Ucapan tersebut tentu saja segera disambut dengan tepuk tangan dari seluruh undangan maupun para penguji.

Dalam sidang, Suradi pun diberondong berbagai pertanyaan dari penguji. Akan tetapi dia mampu menjawab semua pertanyaan dengan lancar dan benar.

Berbicara tentang Bakamla RI, mantan Kepala Biro Umum Bakamla RI yang banyak dikenal para awak media itu mengatakan efektivitas Bakamla RI dalam melaksanakan fungsi penegakkan hukum adalah keberhasilan atau pencapaian tujuan pelaksanaan kebijakan dan kegiatan operasional penjagaan, pengawasan, pencegahan, dan penindakan pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

Menurutnya, Bakamla RI baru berperan sebesar 8,41 persen dalam proses penegakan hukum di perairan laut Indonesia dengan jumlah 27 perkara.

“Menurunnya pelaksanaan operasi Bakamla RI selama Tahun Anggaran 2018  dibatasi oleh ketersediaan anggaran,” ucap mantan Kasubdispenum Dispenal tersebut.

Sambung Suradi dalam sambutannya, menempuh S3 merupakan bagian dari komitmennya terhadap pentingnya pendidikan. Dirinya merupakan lulusan doktor ke 90 dari  IPDN.

Perwira Tinggi (Pati) yang berperawakan tinggi besar dan terlihat angker namun sejatinya berhati sejuk dan peramah ini mengaku merasa sangat berterima kasih kepada dosen pembimbing, orang tua, mertua, putra putri, serta istri tercintanya.

Dalam obrolan ringan sesaat setelah usai acara, gelar doktor yang disandangnya harus benar-benar menjadi doktor untuk bangsa dan negara, bukan hanya sekadar sebagai kebanggaan pribadi.

Rupanya perolehan gelar doktor tersebut sekaligus sebagai kado ulang tahun bagi pria berdarah Jawa dan Madura itu.

Di saat dirinya sedang sibuk menerima jabat tangan sebagai ucapan selamat dari para undangan atas kesuksesannya, tiba-tiba dikejutkan oleh barisan keluarganya yang membawa kue ulang tahun. Kue itu langsung disodorkan di hadapannya untuk selanjutnya dilakukan prosesi layaknya ulang tahun. (Tyo)