Alumni Perikanan Undip Dorong Pemerintah Beri Jaminan Kepada Usaha UMKM Perikanan Budidaya

0
220
Ketua Umum Kerapu Undip Abdul Kadir Karding

Jakarta (Samudranesia) – Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu) wilayah Jabodetabek menggelar diskusi online dengan topik “Pandemik Covid-19 terhadap Ekonomi Sektor Perikanan”. Kegiatan diskusi online ini bertujuan untuk mendorong Pemerintah agar memberi jaminan kepada usaha UMKM Perikanan Budidaya (Akuakultur) sehingga tetap bertahan di tengah hantaman dampak ekonomi pandemik Covid-19.

“Salah satu upaya yang perlu menjadi fokus pemerintah yakni perbaikan rantai pasok hasil produksi akuakultur di sentral sentral produksi”, kata Ketua Umum Kerapu Undip yang juga Anggota Komisi IX DPR RI, Abdul Kadir Karding saat melakukan diskusi yang dihelat melalui format Webinar.

Turut hadir dalam diskusi ini yakni anggota DPR, praktisi, pelaku industri, akademisi, kalangan birokrat dan stakeholders lainnya.

Karding menambahkan ditengah pandemik Covid-19 perlu ada skala prioritas untuk menyelesaikan hal hal mendasar dalam bisnis sektor perikanan.

” Jadi melalui diskusi ini nanti kita petakan kira kira prioritas apa yang perlu segera diperbaiki dalam jangka pendek untuk memastikan proses produksi tetap berjalan. Tadi dikatakan market demand juga bermasalah, ini nanti kita minta pihak terkait segera eksekusi arahan Presiden termasuk memastikan stimulus ekonomi betul betul berdampak dalam mengungkit proses bisnis baik di hulu maupun di hilirnya (industri pengolah). Nanti saya pastikan kesimpulan diskusi bisa sampai ke pihak yang berkepentingan baik KKP, BUMN bahkan kalau bisa ke pak Presiden langsung”, jelas Karding.

Presiden Direktur, PT. Kurnia Mitra Makmur (KMM) yang juga narasumber pada ajang tersebut, Didik Sudiarso, mengaku pandemik Covid-19 telah menyebabkam market demand menurun drastis. Apalagi menurutnya, saat ini pasar dalam negeri menjadi objek market terbesar. Didik juga mengaku berbagai masukan dan aspirasi dari pelaku industri telah disampaikan. Masalah terbesarnya yakni pasar yang tersendat dan mempengaruhi cash flow perusahaan.

“Saya kira saat ini bukan lagi bicara wacana, tapi saatnya eksekusi agar program benar benar mampu secara langsung menyelesaikan problem mendasar. Ini industri harus benar benar bisa beradaptasi, apalagi paska Covid-19 dipastikan ada perubahan terhadap pola hidup masyarakat. Sekali lagi, peran Pemerintah saat ini benar-benar dibutuhkan. Harus ada intervensi besar”, tegas Didik.

Sementara itu, Ketua DPD Kerapu Wilayah Jabodetabek, Tri Hariyanto, mengatakan bahwa media diskusi seperti ini penting dan akan terus dilakukan secara berkala. Tentu ini bagian dari kontribusi alumni untuk memberikan masukan konstruktif pada Pemerintah khususnya bagi kemajuan sektor perikanan.

“Ini bentuk responsifitas kami untuk memberikan masukan konstruktif atas berbagai masalah yang menimpa pada industri perikanan, terutama ditengah pandemik Covid-19”, kata Tri yang juga Pengawas Ahli Utama di Bidang Akuakultur.

Sebagai informasi wabah Pandemik Covid-19 telah berdampak terhadap ekonomi di sektor perikanan. Secara makro ekonomi, BPS mencatat pada tri wulan I tahun 2020, pertumbuhan PDB sektor perikanan terkoreksi menurun dari sebelumnya di tri wulan I 2019 sebesar 5,21% turun menjadi 5,10%.

Disisi lain, Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) mengalami defisit terdalam pada periode April 2020 yakni sebesar 99,02. Kondisi ini menandakan daya beli pembudidaya ikan mengalami penurunan drastis selama masa Covid-19 ini.(Ney/Ars)