ALFI Sambut Baik Beroperasinya Tol Langit di Timur Indonesia

0
92
Ketua DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi (tengah) - Foto Dok Pribadi

Jakarta (Samudranesia) – Beroperasinya proyek Palapa Ring Paket Timur Indonesia disambut positif oleh para pelaku usaha lagistik. Pasalnya beroperasinya proyek Tol Langit Indonesia itu diharapkan dapat mempercepat pengiriman barang menuju dan dari wilayah timur.

Ketua Umum DPP ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia) Yukki Nugrahawan Hanafi mengungkapkan bahwa proyek itu akan membuat usaha logistik di wilayah timur Indonesia akan semakin menggeliat.  

“Dengan Palapa Ring jadi warga di Indonesia bagian Timur misalnya bisa menjual barangnya juga di internet, jadi tumbuh pusat ekonomi di sana. Kalau pusat ekonomi tumbuh logikanya kegiatan logistik juga semakin tumbuh,” papar Yukki dalam keterangannya, Minggu (20/10).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan proyek Palapa Ring pada Senin (14/10) kemarin. Palapa Ring adalah proyek kabel optik bawah laut yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Hal itu merupakan realisasi dari janji Nawacita Jokowi yang ditegaskan kembali saat debat Pilpres 2019 lalu.

Yukki menambahkan dengan adanya proyek ini pengusaha logistik bisa memonitor stok barang mereka yang berada di gudang-gudang di pelosok Indonesia. Dengan demikian, jumlah pengiriman barang akan disesuaikan dengan kebutuhan.

“Jadi tidak ada sesuatu yang mubazir, karena kami punya data real time. Proyek ini bukan hanya akan meningkatkan pengiriman ke pelosok daerah, tapi juga akan membuat bisnis logistik semakin efisien,” ucapnya.

Di daerah pelosok Indonesia, khususnya wilayah Timur, selama ini hanya dikirimi barang dari wilayah pusat. Dengan begitu, angkutan logistik hanya akan penuh ketika menuju ke daerah tersebut dan kosong saat kembali ke pusat.

Keterpaduan program Tol Laut dengan Tol Langit akan membuat jarak makin tak berarti dalam pengiriman barang. Yukki optimis pengusaha lokal akan tumbuh subur jika sarana dan prasarana logistiknya terpenuhi.   

“Angkutan logistik bisa saja dipenuhi barang ketika kembali ke pusat. Sebab, masyarakat di pelosok daerah bisa ikut memasarkan produk hasil daerahnya melalui e-commerce atau media sosial dengan kemudahan akses internet setelah beroperasinya proyek Palapa Ring,” terangnya.

Tak hanya itu, Ketua Asosiasi Logistik ASEAN juga mengingatkan peran Pemerintah Daerah dalam mendukung program ini. Pasalnya, program dari Pemerintah Pusat ini akan sia-sia jika Pemda tidak bersikap responsive.

“Jadi Pemda itu tidak hanya mendukung tapi perlu aktif  mensosialisakan kepada masyarakat akan manfaatnya dari Palapa Ring ini,” tandasnya. (Tyo)