Ada Insentif, Bepergian dengan Pesawat jadi Lebih Murah

0
199

Jakarta (Samudranesia) – Pemerintah terus berusaha memulihkan kondisi perekonomian di tengah-tengah pandemik Covid-19 yang belum reda. Kebijakan terbaru adalah dengan memberikan stimulus pada layanan angkutan penerbangan.

Stimulus yang dimaksud adalah berupa penghapusan biaya Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (P2JP2U) atau yang lebih dikenal dengan Passenger Service Charge (PSC).  “Adanya stimulus bisa meringankan masyarakat karena harga tiket pesawat bisa lebih murah,” kata President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, melalui siaran persnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (24/10/2020).

Awaluddin menambahkan jika biaya PSC yang selama ini dibebankan kepada tiket penumpang selanjutnya akan dibayarkan pemerintah ke PT Angkasa Pura I dan II menggunakan Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN).

Tarif PSC yang ditambahkan pada tiket penumpang selama ini tergolong cukup tinggi. Untuk keberangkatan dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, misalnya, tarifnya sebesar Rp 130.000 per penumpang. Di terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta mencapai Rp 85.000 per penumpang. Sementara tariff PSC di Bandara Halim Perdanakusuma sebesar Rp 50.000 per penumpang.

Beberapa bandara di luar Jakarta, seperti Bandara Silangit tarif PSC mencapai Rp 60.000 per penumpang, di Bandara Banyuwangi sebesar Rp 65.000 per penumpang dan di Bandara Kuala Namu Rp 100.000 per penumpang.

Awaludiin berharap adanya stimulus berupa penghilangan PSC ini dapat mendorong maskapai untuk kembali membuka/menambah layanan rute domestik, bahkan menambah frekuensi terbang di rute eksisting, dan bandara dapat meningkatkan utilisasi slot time penerbangan.

Namun perlu diketahui jika tidak semua penumpang pesawat bisa mendapatkan keringanan ini. Karena stimulus melalui penghapusan biaya PSC hanya akan diberikan kepada penumpang pesawat untuk keberangkatan domestik di 13 bandara mulai 23 Oktober-31 Desember 2020, sebelum pukul 00.01 tanggal 1 Januari 2021.

Sepanjang Januari-September 2020, menurut data yang disampaikan Awaluddin,  jumlah total pergerakan penumpang (berangkat, datang, dan transit) di 19 bandara PT Angkasa Pura II baik itu rute internasional dan domestik mencapai 27,30 juta orang.

Dalam periode yang sama juga, jumlah penumpang yang berangkat di penerbangan rute domestik di 5 bandara dalam skema insentif PSC (Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Silangit, Banyuwangi) adalah sebanyak 7,40 juta orang atau mencapai 68 persen dari total penumpang yang hanya berangkat di rute domestik di 19 bandara.

Sementara khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah total penumpang dengan rute domestik mencapai 5,51 juta orang atau sekitar 75 persen dari total penumpang berangkat di 5 bandara tersebut. “Data ini menandakan bahwa 5 bandara yang termasuk di dalam skema insentif PSC memiliki kontribusi cukup signifikan dalam lalu lintas penerbangan di 19 bandara PT Angkasa Pura II,” katanya.  “Kami akan berkoordinasi dengan maskapai agar program stimulus ini dapat dimanfaatkan dengan baik dalam upaya meningaktkan utilisasi penerbangan.”

Sebelumnya, pemerintah melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto menandatangani kesepakatan bersama pemberian stimulus penerbangan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara bersama dengan Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero) dan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Inaca).

 “Stimulus ini diyakini dapat membuat penerbangan semakin optimal berkontribusi ke perekonomian, dan turut mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” katanya.

Diharapkan insentif ini akan memberikan dampak positif dengan meningkatnya pergerakan penumpang di bandara meningkat dan naiknya tingkat keterisian penumpang di pesawat (load factor).